Motor Matic Terendam Banjir, Awas Menguras Kantong

  • Whatsapp
ILUTRASI : Prose motor matic sedang diservis (istmewa)

KABUPTEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM- Untuk pengguna sepeda motor yang nekat menerjang banjir, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Khususnya bagi kamu pengendara motor matic, menerjang banjir memiliki risiko yang terbilang tinggi.

Kerusakan yang berpotensi menguras isi kantong pun menunggu di depan mata jika tak cermat. Dikutip dari laman resmi Suzuki, Rabu (8/2/2020), risiko paling besar adalah terjadinya water hammer. Water hammer merupakan kondisi di mana ada air berlebih yang masuk ke ruang pembakaran. Risiko ini sangat fatal pada mesin karena bisa menyebabkan bengkoknya piston dan pecahnya seher.

Apabila hal ini terjadi, otomatis biaya perbaikan akan membengkak berkali-kali lipat. Maka dari itu, apapun jenis motor matic-nya, disarankan untuk segera dibawa ke bengkel usai menerjang banjir.

Baca Juga : Laris Manis, Mobil Suzuki Terjual 102.865 Unit

Komponen yang perlu diperiksa pada motor matic yang usai menerobos atau tergenang banjir terbilang banyak. Pertama adalah filter udara yang berfungsi menyaring kotoran yang terbawa udara. Saat musim hujan, filter udara akan bekerja lebih keras dan bisa rusak jika terendam air.

Knalpot juga merupakan komponen yang tidak bisa dilupakan. Apabila kemasukan air, motor akan berisiko mogok karena air di dalam knalpot menghambat arus gas buang siasa pembakaran di mesin.

Untuk sistem penggerak, CVT atau continously variable transmission selanjutnya juga perlu diperiksa. Air yang masuk akan mengganggu kinerja drive pulley dan driven pulley, sehingga tidak mau mentransfer tenaga mesin ke roda.

Yang paling vital, periksa oli mesin. Oli yang bercampur air otomatis akan merusak jeroan mesin motor kesayangan kamu. Maka segera ganti.

Memeriksa oli yang habis terendam banjir juga mudah, jika oli berwarna putih seperti susu, kemungkinan besar oli bercampur dengan air. Apalagi kalau warna putihnya cukup pekat dan kental. Oli yang terendam banjir juga bisa merusak piston. (*/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *