Menilik Eksistensi Kelompok Marawis Al-Barokah di Sukadiri

  • Whatsapp
Kelompok Marawis Al-Barokah di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Seni musik Islam yang biasa digunakan sebagai pengiring dalam lantunan sholawat nabi, rupanya menjadi salah satu kesenian yang menarik dan eksis. Seperti apa, berikut liputanya.

Sebagai wilayah yang lekat dengan sebutan Kota Santri, masyarakat Kabupaten Tangerang tentu tidak asing lagi dengan kesenian musik Islam, seperti marawis dan hadroh yang menjadi pengiring berbagai pembacaan sholawat nabi.

Bacaan Lainnya

Kini mulai banyak bermunculan kelompok musik marawis. Salah satunya yang eksis adalah kelompok marawis Al-Barokah di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

Ketua Kelompok Kesenian Marawis Al-Barokah Hebi Humaedi mengatakan, kesenian marawis adalah warisan yang harus dilestarikan karena kesenian dan kebudayaan yang bersifat agamis yang sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan yang baik di masyarakat

Menurutnya, bahwa pemuda harus menjadi pelopor pelestari kebudayaan kesenian lokal yang ada di setiap daerah masing-masing. Salah satunya seperti kesenian marawis dan hadroh.

“Pentingnya peran serta pemuda kang (Humaedi menyebut nama wartawan_red) dalam menjaga kebudayaan kesenian lokal di setiap daerah seperti yang gencar kami lakukan latihan di sini,” kata Hebi kepada radar24news.com, Minggu (2/8/2020).

Lebih lanjut Hebi mengatakan, peran serta pemerintah sangat diperlukan dalam menjaga kesenian kearifan lokal dan bersykukur Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui salah satu program kearifan lokal ikut bersinergi dalam menjaga warisan kesenian budaya di setiap daerah.

“Alhamdulillah, kelompok marawis Kami (Al-Barokah_red) mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, hal ini saya rasa wujud sinergitas pemerintah melalui program (Kearifan Lokal_red) dalam menjaga pelestarian budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad salah satu personil Marawis Al-barokah mengatakan, bahwa dengan adanya bantuan dari pemerintah dirinya mengaku makin bersemangat dalam latihan.

“Menjaga warisan budaya sama saja dengan menjaga warisan ulama, jadi harus makin semangat,” pungkasnya. (Ade Restu Maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *