Mengintip Lapas Kelas IIB Ciangir, Tempat Pembinaan Napi Mirip Kampus

  • Whatsapp
Mengintip Lapas Kelas IIB Ciangir, Tempat Pembinaan Napi Mirip Kampus
Mengintip Lapas Kelas IIB Ciangir, Tempat Pembinaan Napi Mirip Kampus. (mayleen/radar24ews)

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Dari sekian banyak bangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, Lapas IIB Ciangir di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang paling beda. Bisa dibilang, Lapas ini yang pertama tempat pembinaan narapidana (Napi) tanpa penjagaan ketat.

Pasalnya, tidak ada tembok tinggi dan menara pengawas di Lapas yang dibangun pada 2017 lalu. Padahal, ada sejumlah Napi yang mendapatkan pembinaan di Lapas yang berdiri di lahan hibah Pemprov DKI.

Bacaan Lainnya

Untuk mengintip Lapas Kelas IIB Ciangir tidak sulit, setelah berkendaraan sekitar 30 menit dari wilayah Gading Serpong melewati Kecamatan Legok, petunjuk jalan akan mengarahkan untuk sampai ke Lapas Ciangir.

Bangunan Mirip Kampus

Jika baru kali pertama berkunjung, tidak akan percaya bangunan yang dikelilingi area kebun dan pertanian ini merupakan Lapas Kelas IIB Ciangir. Hanya gerbang yang dibangun dari kayu kelapa bertuliskan “komplek Lapas IIB Ciangir” menjadi tanda sudah tiba dilokasi.

Dari luar gerbang sederhana itu terlihat ada tiga bangunan, satu diantaranya bangunan lantai dua mirip bangunan kampus.

“Mau ketemu siapa mba, oh kalau mau melihat-lihat kedalam harus minta izin kepala Lapas. Sekarang beliau (Kepala Lapas) sedang tidak ada, mohon maaf ya mba,” kata salah seorang petugas Lapas kelas IIB Ciangir yang minta namanya tak ditulis saat wartawan radar24news.com meminta izin untuk melihat kondisi dalam Lapas Kelas IIB Ciangir, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Menegok Pantai Bagedur, Keindahan Hamparan Pasir ‘Dilukis’ Air Laut

Menurut dia, di Lapas Kelas IIB Ciangir dihuni beberapa Napi yang dilatih bercocok tanam, berternak bebek, ayam dan lainya. Kegiatan pembinaan WBP dibidang pertanian dan perternakan itu dilakukan setiap hari. Sementara untuk tidur, para WBP menempati bangunan lantai dua tersebut.

“Tidurnya disitu mba (menunjukkan bangunan lantai dua), kan di dalamnya sudah disediakan masing-masing satu kamar dilengkapi tempat tidur seperti dirumah sendiri,” terangnya.

Selama Lapas kelas IIB Ciangir dioperasikan sekitar 2019 lalu, tidak ada napi yang melarikan diri. Meskipun tidak dilakukan penjagaan ketat dan tidak dikelilingi tembok seperti bangunan Lapas yang lain.

“Gak ada mba (WBP kabur). Para pegawai dan WBP disini, sudah seperti saudara,” pungkasnya.

Terpisah, salah seorang warga sekitar Lapas IIB Ciangir Tuti Herawati (32) mengatakan, dengan adanya Lapas IIB Ciangir berdampak positif terhadap warga sekitar, karena warga sering diberi hasil panen beras, telur ayam dan bebak oleh pegawainya. Selain itu, ada sebagian warga sekitar berjualan di depan Lapas Kelas IIB Ciangir.

“Setiap panen pasti kita dikasih, pegawainya juga kalau belanja ke warung sekitar,” singkatnya. (mey/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.