Melawan Polisi, 5 Oknum Anggota Ormas Ditetapkan Tersangka

  • Whatsapp
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat bertanya kepada salah satu tersangka saat konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Minggu (11/10/2020).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM– Satreskrim Polres Kota (Polresta) Tangerang menetapkan lima oknum organisasi masyarakat (Ormas) sebagai tersangka melawan petugas kepolisian yang sedang bertugas.

Kelima tersangka ini diketahui menlawan petugas yang sedang berjaga di PT Hansung Fiber di Kampung Teurep, Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang untuk mengamankan aksi demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan kelima tersangka berinisial HE, YU, HA, RAJ dan RAC ini melawan petugas saat hendak melakukan sweping di PT Hansung Fiber.

“Mereka ini ingin melakukan sweping dan mengajak karyawan yang berada di PT Hansung Fiber untuk melakukan demo tolak UU Omnibis Law,” kata Ade, Minggu (11/10/2020).

Ade menjelaskan, tersangka HE, HA, RAJ dan RAJ melawan petugas dengan cara mengeluarkan kata-kata menggunakan suara yang keras.

“Jadi mereka berkata ‘polisi tidak membela rakyat dan buruh, anda sama saja tidak membela rakyat, tugas polisi itu melindungi dan mengayomi, anda digaji dari masyarakat tapi tidak membela masyarakat, anda bukan membela rakyat tapi membela pengusaha’ dengan menggunakan suara yang keras dan lantang serta tangan kiri menunjuk-nunjuk,” jelasnya.

Baca juga: Merusak Saat Demo UU Ciptaker, 9 Oknum Ormas Ditetapkan Tersangka

Sementara itu lanjut Ade, satu tersangka lainnya yakni YU menyuruh HRD PT Hansung Fiber untuk menghentikan aktifitas pabrik dan menyuruh seluruh karyawan untuk mengikuti aksi demo.

“Tidak hanya menyuruh HRD menghentikan aktifitas produksi tapi YU ini memberi arahan kepada anggota ormas lainnya untuk melakukan sweping ke dalam pabrik,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kelima tersangka diganjar Pasal 335 KUHP dan atau 212 KUHP.

“Ancaman pidananya, dua tahun penjara,” pungkasnya. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *