Mahasiswa Sebut Pemprov Jangan Seenak Jidat Keluarkan Izin Tambang

  • Whatsapp
Mahasiswa Sebut Pemprov Jangan Seenak Jidat Keluarkan Izin Tambang
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sedang menggelar unjuk rasa. (dokumen)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Beredarnya informasi di media sosial terkait penyedotan emas oleh PT Graha Makmur Coalindo (GMC) di Pantai Lebak Selatan, Kabupaten Lebak. Mendapat penolakan dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Banten, mereka mendesak agar Pemprov tak mengeluarkan izin.

“Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi Banten jangan asal memberikan izin. Mengeluarkan kebijakan harus melihat semua aspek dan tak seenak jidat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Banten Indra Patiwara kepada radar24news.com saat dihubungi melalui pesan WhatsAap, Sabtu (28/11/2020).

Bacaan Lainnya

Baca juga: Walhi Desak Pemprov Banten Tak Beri Izin Penyedotan Emas di Lebak

Dijelaskan Indra, Mahasiswa dari organisasi GMNI Banten sendiri terang-terangan menolak dengan keras keberadaan perusahaan tambang emas milik PT GMC di Lebak Selatan.

Menurut Indra, Pemprov Banten harus mengkaji ulang izin perusahaan tambang emas tersebut.

“Namanya aktifitas tambang itu, jelas akan merusak ekosistem laut dan bisa menimbulkan kerusakan lingkungan, sehingga berdapak terhadap keberlangsungan nelayan yang ada di pesisir pantai. Pantai yang ada di Lebak Selatan itu, sering terjadi bencana alam, kita menyatakan keras menolak,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Indra mendesak, Pemkab Lebak dan Pemrov Banten segera menutup aktivitas penambangan emas di tengah laut tersebut.

“Saya minta, Pemda dan Pemprov harus segera menutup aktivitas PT GMC yang ada di Lebak Selatan dan menghentikan segala bentuk aktifitasnya.”jelas Indra.

Sebelumnya, diberitakan bawa Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta juga telah mendesak agar Pemkab Lebak dan Pemprov agar segera menghentikan perusahaan penyedotan emas di pantai Bayah Selatan.

“Rencana, penyedotan emas diduga milik perusahan PT GMC (Graha Makmur Coalindo-red) harus dihentikan. Kalau tetap diberikan izin, tentu akan terjadi bencana,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi. (jum/agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *