Lima Hal yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis

  • Whatsapp
Lima Hal yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis
Ilustrasi: Memulai Bisnis

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Mencari kerja di tengah padatnya populasi Indonesia terutama Tangerang bukanlah hal mudah. Menjamurnya para pengusaha baik pengusaha kecil, menengah, dan besar telah membantu membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran.

Namun mendirikan suatu bisnis atau perusahaan bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan passion dan kredibilitas serta kemauan untuk bekerja sama. Tak sedikit bisnis yang gulung tikar tak lama setelah bisnis tersebut baru saja dimulai.

Bacaan Lainnya

Berikut ini adalah penyebab kegagalan bisnis yang baru saja dimulai dan sebaiknya dihindari oleh Anda yang baru saja akan berwirausaha.

  1. Sendirian

Mendirikan suatu bisnis apalagi jika ingin merambah ke bisnis yang lebih luas, Anda tak bisa melakukannya sendiri. Meskipun tampaknya bisnis yang Anda mulai adalah bisnis kecil, Anda tetap butuh teman untuk brainstorming, berdiskusi sebelum suatu keputusan diambil, bahkan untuk menghibur Anda ketika keputusan yang ambil tersebut salah.

Tapi jangan salah pilih rekan kerja. Pilihkan teman atau kerabat terdekat yang Anda percaya. Pilihlah rekan yang punya visi dan misi yang sama dengan Anda, serta dapat membantu Anda untuk berbagi ide dan pengalaman. Memiliki rekan juga memotivasi Anda bahwa Anda tidak boleh mengecewakan rekan-rekan pendiri bisnis Anda dan ini menjadi suatu ikatan yang cukup kuat untuk menjalankan bisnis lebih baik.

  1. Tidak atau salah tentukan target market

Sebelum memulai bisnis Anda lebih jauh, Anda harus tahu untuk siapa produk/jasa yang Anda jual. Dengan menentukan target market, Anda memiliki fokus untuk melakukan publikasi atau promosi, dan penawaran pada target market tertentu.

Dengan memilih target market yang salah, Anda sudah membuang percuma modal pertama yang Anda yang miliki dan pastinya juga telah membuang-buang waktu Anda. Sebaiknya Anda melakukan riset pasar sebelum mengeluarkan produk/jasa Anda untuk mengetahui siapa target market yang akan membeli produk/jasa yang Anda tawarkan.

  1. Terlalu lama menunggu

Jangan salah, terlalu lama menunggu untuk mengeluarkan produk/jasa Anda juga dapat membuat bisnis yang Anda mulai gagal. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas produk Anda, apalagi jika produk yang akan Anda tawarkan berupa makanan atau minuman yang memiliki tanggal kadaluwarsa.

Satu-satunya cara mengetahui apakah bisnis Anda memiliki masa depan adalah dengan terjun ke pasar dan tawarkan produk/jasa Anda, lalu lihat apakah orang akan membelinya atau paling tidak memiliki respon yang baik. Oleh sebab itu, segera promosikan produk/jasa dan biarkan pasar memberikan feedback.

  1. Boros

Banyak pengusaha yang baru memulai bisnisnya bangkrut karena menghabiskan terlalu banyak uang modalnya. Jangan terlarut dalam euforia kewirausahaan. Sebagai founder atau pendiri bisnis tersebut Anda harus bisa menentukan priotitas-prioritas dalam pengeluaran. Menyewa banyak karyawan bisa jadi merupakan salah satu cara Anda melakukan keborosan secara tak sadar.

Pastikan karyawan Anda memiliki upah dan pekerjaan yang sesuai. Jangan sampai bisnis Anda menjadi ‘gendut’ dalam populasi karyawan, apalagi jika produk/jasa yang Anda tawarkan belum terjual pesat. Menginjak gas terlalu kencang dan lupa injak rem bisa menyebabkan kecelakaan. Seperti bisnis, jika Anda injak gas terlalu kencang dan mengebut, siapkan diri untuk terperosok atau menabrak pohon.

  1. Perencanaan yang buruk

Anda boleh saja menjual produk atau jasa yang paling bagus, tapi jika tak ada yang tahu akan hal itu maka takkan ada gunanya. Tentukan kapan, bagaimana, dan melalui media apa Anda harus mempromosikan produk/jasa Anda, tentunya setelah Anda tahu target market Anda.

Gunakanlah media sosial yang dapat menekan biaya. Ingat Anda baru saja memulai sebuah bisnis. Jangan hamburkan modal Anda untuk publikasi besar-besaran yang belum tentu digubris publik. Media sosial, selain murah juga memiliki pengaruh besar terhadap gaya hidup orang banyak. Jangan biarkan produk dan jasa yang akan menjadi bisnis Anda diolah dalam perencanaan yang buruk dan tidak matang. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.