Lagi Trend, Kalung Batu Akik Aksesoris yang Memikat Mata

  • Whatsapp
Lagi Trend, Kalung Batu Akik Aksesoris Memikat Mata
Kalung Batu Akik

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Pernak-pernik kalung batu akik kini menjadi salah satu aksesoris yang paling diincar wanita. Batu berwarna hitam dengan ikatan dan rantai emas menjadi pemikat siapa saja yang memandang.

Ulan Rahyu (26 tahun), warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang mengatakan, kalung sudah menjadi aksesori wajib yang harus dipakai setiap saat.

Bacaan Lainnya

Seperti yang melingkar di leher Ulan merupakan kalung rantai emas dihiasi potongan batu akik berwarna hitam. Kemilaunya yang memancar dari batu akik sangat menarik perhatian bagi yang melihatnya.

Model kalung yang menonjolkan batu akik itu memang memberikan daya tarik tersendiri sekali kena sinar langsung terpancar kemilaunya. Sepintas memang terlihat batu hitam legam tetapi setelah terkena sinar atau cahaya akan muncul pernak-pernik yang unik.

“Aku sih percaya diri aja yah kalau pakai kalung, biar nggak kosong aja di leher,” kata ibu satu anak ini saat berbincang dengan radar24news.com, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Jok Kulit Sintetis Bikin Motor Vespa Tampil Lebih Keren

Ulan yang sebenarnya sedikit tomboi, tidak sungkan untuk memodifikasi penampilannya dengan kalung tersebut. Kata ibu berkulit putih ini, dari sekian banyak koleksi kalung miliknya model inilah yang paling sering dipakai.

“Modelnya lucu, meski pakai baju yang casual jadi terlihat glamour aja, jadi nggak perlu ribet-ribet pakai baju formal,” tutupnya.

Terpisah, Reni penjual penjual aksesoris Onlineshop mengatakan, kalung berbahan dasar batu akik suudah semakin banyak dengan model yang beragam. Mulai dari yang bermata satu hingga ribuan batu menggantung dileher.Bahkan, tidak jarang pula wanita yang rela mengganti ikatannya dengan emas asli.

“Batu akik sudah bukan lagi diincar kaum bapak-bapak mba, tapi ibu-ibunya juga makin marak. Sekarang lagi trend,” singkatnya perempuan yang ditinggal di kawasan CitraRaya, Kecamatan Cikupa ini. (siti nurhasanah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *