KAB. SERANG, RADAR24NEWS—Drama di PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) makin panas! Setelah insiden pengeroyokan wartawan dan staf KLH viral, polisi akhirnya menangkap 2 satpam PT Genesis Regeneration Smelting yang disebut ikut terlibat dalam aksi brutal itu.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko ngejelasin, dua nama yang berhasil diamankan adalah Karim dan Bangga, keduanya merupakan security internal pabrik.
“Dua satpam sudah kita amankan, yang lainnya masih dicari,” jelas Kapolres Serang, Kamis (21/8/2025).
Satpam PT Genesis Regeneration Smelting, 3 Masoh Diburu
Meski 2 Satpam PT Genesis Regeneration Smelting sudah dibekuk, ternyata masih ada tiga pelaku lain yang jadi DPO. Dari informasi polisi, tiga nama itu diduga berasal dari luar perusahaan, termasuk dua oknum Brimob Polda Banten dan seorang anggota ormas.
“Keterangan sudah lengkap, tinggal kita cari. Nggak ada yang kebal hukum,” tegas Kapolres.
Baca Juga: PT Genesis Regeneration Smelting Abaikan Sanksi KLH, Insiden Kekerasan Wartawan Jadi Sorotan
Kronologi: Dari Razia Jadi Ricuh
Semua bermula saat KLH turun langsung ke PT GRS di Cikande buat penegakan hukum. Pabrik ini sebelumnya sudah disegel Februari 2025 karena kasus pencemaran lingkungan, tapi nekat tetap produksi.
Saat rombongan KLH datang bareng wartawan, pihak pabrik malah melarang masuk. Kondisi panas berujung ricuh hingga wartawan Tribun Banten Muhamad Rifky dan staf humas KLH Anton dikeroyok.
“Motifnya simpel, mereka nggak mau ada liputan di dalam area pabrik,” jelas Kapolres.
Dugaan Keterlibatan Oknum Brimob
Nama dua anggota Brimob ikut disebut. Tapi soal itu, Condro menyerahkan ke Propam Polda Banten.
“Kalau Brimob, biar Propam yang dalami. Kita tunggu hasilnya,” ucapnya.
Baca Juga: Ini Video Viral! Wartawan Dipukul di PT Genesis Regeneration Smelting Serang
Kasus Jadi Sorotan Publik
Insiden ini bikin publik makin panas: perusahaan diduga langgar aturan lingkungan, eh malah wartawan yang meliput kena keroyok. Polisi janji bakal usut tuntas semua pelaku.
“Siapa pun yang terlibat, pasti kita proses,” tutup Kapolres.
Editor: Imron Rosadi



































