JAKARTA, RADAR24NEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Fokus penyelidikan diarahkan pada pembebasan lahan yang digunakan dalam proyek transportasi strategis nasional tersebut.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan penyelidikan telah berjalan sejak awal tahun 2025.
Dugaan korupsi ini muncul dari indikasi penyimpangan pada proses pembebasan lahan di sejumlah titik sepanjang jalur Whoosh.
“Yang kami ketahui, ini masih tahap penyelidikan. Materinya terkait pembebasan lahan, bukan pada proses pengerjaannya. Karena proyek ini memiliki banyak komponen, nah yang sedang kami dalami adalah aspek lahannya,” ujar Asep Guntur di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).
Asep belum membeberkan secara detail titik-titik lahan yang tengah diselidiki. Ia hanya menyebut, penyimpangan tersebut bisa terjadi di berbagai lokasi mulai dari Halim, Jakarta Timur hingga Bandung.
“Masalahnya itu kan sepanjang jalur, bisa di Halim, di Bandung, atau di antaranya. Semua sedang kami telusuri,” tambahnya.
Hingga kini, KPK belum mengungkap siapa saja pihak yang telah diperiksa dalam penyelidikan kasus ini.
Lembaga antirasuah tersebut memastikan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut setelah tahap penyelidikan selesai.
Sebagai informasi, kereta cepat Whoosh mulai beroperasi secara komersial pada 2 Oktober 2023 dan menjadi kereta cepat pertama di Indonesia serta Asia Tenggara.
Proyek ini digarap oleh PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) yang dibentuk pada 2015, dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.
Penyelidikan KPK terhadap aspek pembebasan lahan ini menjadi sorotan publik, mengingat proyek bernilai triliunan rupiah tersebut sempat menuai kritik atas pembengkakan biaya (cost overrun) dan pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan. **Anjla Foster Sianturi…


































