Ketua DPRD Panggil Anggotanya yang Diduga Jadi Calo Pembelian Mobil Bodong

  • Whatsapp
Ketua DPRD Panggil Anggotanya yang Diduga Jadi Calo Pembelian Mobil Bodong
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail. (foto dokumen)

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang Kholid Ismail mengaku kaget saat mendapat informasi salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tangerang berinisial SA alias BA diduga menjadi calo atau perantara pembelian mobil operasional Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang diduga bodong alias tanpa STNK dan BPKB.

“Anggota DPRD Kabupaten Tangerang berisial SA alias BA itu siapa bang (menyebut wartawan). Oh itu, hari ini saya akan panggil,” kata Kholid saat menghubungi radar24news.com melalui telepon, Senin (12/4/2021).

Bacaan Lainnya

Kholid menyatakan, beberapa hari lalu memang ada seseorang yang mendatanginya untuk menyampaikan secara lisan persoalan dengan anggota DPRD Kabupaten Tangerang berinisial SA tersebut. Kholid bepikir persoalan tersebut sudah selesai.

“Saya sudah kasih nomor kontak SA alias BA ke orang itu, saya sangka sudah selesai. Tapi sampai sekarang memang belum ada laporan secara resmi persoalan anggota berinisial SA alias BA. Makanya kami tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.

Baca juga: Anggota DPRD Diduga Jadi Calo Pembelian Mobil Bodong Desa Gaga Pakuhaji

Hingga berita ini ditayangkan, radar24news.com terus berusaha konfirmasi kepada anggota DPRD Kabupaten Tangerang berinisial SA alias BA tersebut. Namun upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan telepon tidak direspon. Begitupun saat mendatangi rumah pribadinya, SA alias BA tidak pernah berada dirumahnya.

Diberitakan sebelumnya, Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tangerang berinisial SA alias BA disebut jadi perantara atau calo pembelian mobil operasional Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang tidak memiliki STNK dan BPKB atau diduga bodong. Padahal, mobil operasional tersebut dibeli tunai dari anggaran dana desa (ADD) Desa Gaga tahun 2018 lalu.

“Mobil operasional itu dibeli tahun 2018. Untuk dealernya saya tidak tahu, kata yang ngirim mobil. STNK, BPKB dan faktur diberikan setelah plat nomornya sudah jadi. Tapi sampai saat ini, saya belum menerimanya. Padahal sudah saya bayar semuanya (tunai),” kata Kepala Desa Gaga, Mansur kepada radar24news.com melalui pesan WhtsApp, Minggu (11/4/2021). (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.