Keroyok Yunior Hingga Babak Belur, Polisi Tetapkan 4 Santri Senior Jadi Tersangka

  • Whatsapp
Ilustrasi

KOTA TANGSEL, RADAR24NEWS.COM-Kasus dugaan pengeroyok santri senior terhadap junior di Pondok Pesatren (Ponpes) Ummul Qura, Jalan Pondok Cabe Raya, Kelurahan Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan berlanjut ke ranah hukum. Pasalnya, Polsek Pamulang, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) sudah menetapkan empat santri senior di Ponpes tersebut. Keempat santri itu berinisial A, R, AI, dan M.

Kapolsek Pamulang Kompol Supriyanto membenarkan, pihaknya sudah menetapkan empat santri senior menjadi tersangka terkait dugaan pengeroyokan terhadap santri senior.

Bacaan Lainnya

“Ya, kami sudah menetapkan empat santri senior sebagai tersangka, sekarang sudah dilakukan penahanan,” kata Supriyanto, Senin (12/10/2020).

Supriyatno menjelaskan, pengeroyokan itu berawal saat korban berinisial F ketahuan menggunakan hand phone (HP) oleh empat santri senior Ponpes Ummul Qura. Setelah itu, korban dipukul menggunakan rotan dan kabel sehingga mengakibatkan memar di tangan dan punggung.

“Jadi, di Ponpes Ummul Qura itu ada aturan santri tidak boleh pegang HP, tapi saat itu korban ketahuan oleh empat santri dan lasngung dipukul menggunakan kabel dan rotan,” jelasnya.

Baca juga: 63 Anggota Polresta Tangerang Diganjar Penghargaan

Tidak terima dengan perlakuan empat santri senior itu, lanjut Supriyanto, korban langsung membuat laporan ke Polsek Pamulang. Setelah itu, pihanya melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa Pimpinan Ponpes Ummul Qura melarang memberi hukuman dengan kekeran atau memukul.

“Kami mendapatkan keterangan dari Pimpinan Ponpes, bahwa sanksi bagi santri yang melanggar aturan, cukup dengan disuruh membaca alquran biar pinter. Tapi empat santri itu melakukan penganiyaan,” ujarnya.

Supriyanto menambahkan, atas perbuatanya, keempat pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan anak nomor 23 tahun 2002 dan atau pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan subsider pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

“Saat ini, keempat pelaku itu sudah kami lakukan penahanan,” pungkasnya. (deden/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *