Kemendagri Beberkan Investasi Rp1000 Triliun Gagal Masuk ke Indonesia

Kemendagri Beberkan Investasi Rp1000 Triliun Gagal Masuk ke Indonesia
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suhajar Diantoro.

JAKARTA, RADAR24NEWS.COM-Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suhajar Diantoro menyebutkan ada Rp1000 Triliun investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) gagal masuk ke Indonesia. Hal itu diketahui Suhajar dari tim investasi yang dibentuk oleh Presiden, Joko Widodo (Jokowi).

“Tim Investasi Presiden menghitung jumlah investasi Indonesia, ternyata ada sekitar Rp1000 triliun investasi yang tertunda untuk masuk ke Indonesia. Hal itu karena terkendala menunggu diizinkan masuk atau tidak,” kata Suhajar saat memberikan sambutan dalam Rapat Monitoring Percepatan Realisasi APBD TA 2022 dan Pengendalian Inflasi, Peningkatan dan Penguatan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Jumat (25/11/2022). Hadir dalam Rakor tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) seluruh Indonesia.

Kembali ke Suharso, dia meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendukung investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal itu penting untuk menjaga stabilitas keuangan nasional. Selan itu, Suharso juga meminta Pemda agar melibatkan pihak swasta untuk ikut menggerakan produksi hasil barang dan jasa.

“Pasca pandemic Covid-19, hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan pemerintah Indonesia. Tak lupa, peran dari swasta yang harus menopang lebih besar perekonomian dan menggerakkan produksi hasil barang dan jasa,” ujarnya.

Menurutnya, demi meningkatkan peredaran uang di tengah masyarakat salah satu caranya yakni dengan memperbanyak investasi masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap Pemda untuk mempermudah investor masuk ke daerahnya.

“Itu dilakukan agar perekonomian Indonesia terus tumbuh dan semakin berkembang,” ucapnya. (ron)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *