Keluarga Penerima Manfaat BPNT di Cibadak Lebak Mengeluh

  • Whatsapp
Sutihat, salah satu KPM BPNT warga Kampung Cipurut, Desa Margaluyu menggendong anaknya saat diwawancara.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak mengeluh. Pasalnya, jumlah bantaun Sembilan bahan pokok (sembako) berupa beras, telur dan kacang hijau kurang yang ditasir kurang dari Rp 200 ribu. Padahal, harusnya menerima sesuai dengan uang Rp 200 ribu.

“Iya pak, saya hanya mendapatkan beras sebanyak 8 kilo, telur 1 kilo dan kacang hijau setengah kilo,” kata Sutihat, salah satu KPM BPNT warga Kampung Cipurut, Desa Margaluyu, saat ditemui di kediamannya, Selasa (3/11/2020).

Bacaan Lainnya

Sutihat juga mengungkapkan, bahwa dirinya tidak pernah diberitahu jumlah nominal bantuan oleh. Ia mengaku, setiap bantuan sembako itu ada, ia hanya menerima sejumlah paket sembako yang sudah ditentukan oleh e- waroeng atau warung elektonik.

“Saya juga tidak tahu kalau nilai bantuannya Rp 200 ribu. Karena setiap bantuan paket sembako itu ada, saya hanya membawa kartu bantuan, dan mengambil paket sembako yang sudah sediakan oleh e- waroeng,” katanya.

Baca juga: Bandar Narkoba Dibekuk, Polisi Sita Permen Berisi Sabu

Sutihat berharap, paket bantuan sembako dari pemerintah tersebut dapat diberikan dengan seutuhnya. Hal itu, kata ia, karena kehidupan sehari – harinya hanya mengandalkan penghasilan suaminya yang hanya kerja serabutan.

“Kami memiliki tiga anak, suami saya hanya kerja serabutan. Tidak tentu pengahasilannya. Saya juga hanya ibu rumah tangga. Jadi kami berharap bantuan itu dapat kami terima dengan utuh. Apalagi kondisi saat ini sedang serba sulit,” ujarnya.

Lanjut ia berharap, pemerintah maupun para dermawan dapat membantu memperbaiki rumahnya yang sudah tidak layak dihuni.

“Semoga ada siapa saja yang dapat membantu kami pak. Kami berdo’a rumah kami dapat diperbaiki, sehingga kami tidak merasakan kedinginan disaat datang hujan, karena atap rumah kami gentingnya banyak yang rusak. Bahkan, bilik- bilik bambu rumah kami sudah banyak yang bolong,” harapanya. (aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *