Kejati Selidiki Dugaan Penjualan Tanah Negara di Curug Badak Maja, Gelar Perkara Senin?

Kejati Selidiki Dugaan Penjualan Tanah Negara di Curug Badak Maja, Gelar Perkara Senin
Tim Penyidik Pidsus Kejati Banten bersama BPN disaksikan apartur Kecamatan Maja sedang melakukan pengukuran tanah negara yang diduga dijual, beberapa waktu lalu. (foto dari warga Desa Curug Badak untuk radar24news).

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten sudah menyelidiki dugaan penjualan tanah negara seluas 9,43 hektare di Desa Curug Badak, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Bahkan berdasarkan informasi dari internal Kejati Banten, gelar perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tersebut akan digelar pada Senin (14/3/2022) mendatang.

Penyidik Pidsus Kejati Banten, Subardi enggan berkomentar. Menurunya, hasil penyelidikan dugaan penjualan tanah negara di Desa Curug Badak, Kecamatan Maja tersebut sudah disampaikan ke Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Banten, Ivan Siahaan. Oleh karena itu, Subardi menyarankan untuk menanyakan hal tersebut kepada Kasi Penkum.

Bacaan Lainnya

“Ijin om (menyebut wartawan_red), sudah ada di Kasi Penkum. Secara kedinasan Kasi Penkum yang bisa mengakomodir. Jika kami fungsional biasa, tidak punya wewenang untuk itu (menyampaikan perkembangan penyelidikan_red),” jelas Subardi saat dikonfirmasi radar24news.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/3/2022).

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Banten, Ivan Siahaan hingga pukul 11.00 WIB belum merespon pesan WhatsApp yang dikirim radar24news.com. Namun sebelumnya, Ivan menyebutkan bahwa dia sudah berkomunikasi dengan ketua tim yang melakukan penyelidikan dugaan penjualan tanah negara di Curug Badak, Kecamatan Maja tersebut. Tetapi mereka masih pemeriksaan tersangka di Rutan Pandeglang.

“Nanti setelah balik ke kantor, mereka akan jumpa saya,” terang Ivan kepada radar24news.com melalui pesan WhatApp.

Diketahui, kasus dugaan penjualan tanah negara ini berawal dari laporan warga Desa Curug Badak bernama Agus Suparman. Agus menduga tanah negara di Blok Cipondok, Blok Binong, Blok Biru, Blok Ranca dengan total tanah seluas 9,43 hektare.

“Tanah-tanah itu diduga sudah dilepas haknya (dijual_red), kepada pengelola Perumahan Permata Mutiara Maja,” tulis Agus dalam surat laporan dikutip radar24news.com.

Kemudian, Kejati Banten melalui Asisten Bidang Pidsus melakukan langkah penyelidikan berdasarkan surat perintah penyelidikan bernomor: Print-791/M.6/Fd.1/11/2021. Bahkan, tim penyidik Pidsus Kejati Banten bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) disaksikan oleh pihak Kecamatan Maja sudah melakukan pengukuran tanah negara yang diduga dijual tersebut. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.