Kasus Penembakan di Viper Terkesan Ditutupi, IPW Minta Polisi Transparan

  • Whatsapp
Garis polisi masih terpasang di tempat hiburan malam Viper di Gading Sepong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/10/2020).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta kepada pihak kepolisian agar tidak menutupi kasus penembakan terhadap warga sipil di Viper Cafe and Restaurant Paramount Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pada Kamis (15/10/2020) dini hari.

Neta berharap, Mabes Polri harus menjelaskan kasus ini secara transparan, agar tidak menjadi informasi yang simpang siur.

Bacaan Lainnya

“Apa penyebab penembakan itu? Benarkah pelaku penembakannya adalah anggota densus 88? Dan benarkan saat ini pelaku masih di RS Bethsaida Gading Serpong karena digebukin massa sesudah kejadian dan menderita di bagian kepala, dan benarkah korban penembakan itu adalah desersi atau pecatan TNI yang menjadi satpam di cafe tersebut?,” katanya Neta, Jumat (16/10/2020).

Neta mengatakan, penjelasan dari Mabes Polri ini perlu dilakukan, agar berbagai pihak bisa mengantisipasi dan mendamaikan kedua belah pihak, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pertikaian berlanjut.

“Meski demikian, Propam Polri harus bertindak cepat dan memproses kasus ini. Lamban nya polisi memaparkan kronologis kasus itu, mungkin polisi ingin lebih mendalami kasus ini dulu,” terangnya.

Baca juga: Program Ketahanan Pangan TNI-Polri Berhasil, 2 Ha Jagung Siap Panen di Sindang Jaya

Lanjutnya, peristiwa di Viper Cafe Paramount Gading Serpong pada Kamis 15 Oktober 2020 dini hari oleh oknum polisi adalah peristiwa yang memalukan dan menambah catatan hitam kepolisian di masyarakat

“Apalagi peristiwa (penembakan, red) itu terjadi di tempat hiburan malam yang sekitar 2 pekan lalu digerebek, namun kembali beroperasi,” tegasnya.

Dengan begini, Neta menegaskan, Pemkab Tangerang perlu lebih bersikap tegas dan segera menutup tempat hiburan malam itu.

“Karena jika dibiarkan kekacauan yang lebih besar dikhawatirkan akan terjadi lagi. Soalnya korban atas nama Yar 28 tahun yang luka tembak di dada kiri itu disebut-sebut sebagai disertir TNI,” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus belum dapat dikonfirmasi mengenai kronologis dan penjelasan dari kasus penembakan yang terjadi di Viper Cafe and Restaurant Paramount, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Diberitakan sebelumnya, keributan terjadi di tempat Viper Cafe dan Resto, Jalan Kelapa Dua, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2020) dini hari. Akibat insiden itu, satu orang bernama Alfredo kritis tertembak. (deden/siti nurahasanah/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *