Kasus Dugaan Penipuan Oknum Penyuluh Agama KUA Cikande, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Kasus Dugaan Penipuan Oknum Penyuluh Agama KUA Cikande, Ini Tanggapan Kementerian Agama
Kwitansi penerimaan uang. (dokumen radar24news.com)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Kasus dugaan penipuan oleh oknum penyuluh agama Kantor Urusan Agama (KUA) Cikande berinsial AM terhadap ratusan guru ngaji asal Kecamatan Wanasalam dan Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mendapatkan perhatian dari Kementerian Agama (Kemenang) Republik Indonesia. Kemenag segera menurunkan tim inspektorat ke Provinsi Banten untuk memeriksa oknum penyuluh agama tersebut.

Menteri agama Yaqut Cholil Qomuas melalaui Koordinator Humas Data dan Informasi (HDI) Kementerian Agama, Ubaidillah menegaskan Kemenang tidak pernah memungut biaya adminitrasi kepada calon penerima bantuan. Oleh karena itu, tim inspektorat akan segera turun ke Provinsi Banten untuk memeriksa oknum penyuluh agama KUA Cikande tersebut. Ubadillah mengaku prihatin dengan dugaan kasus tersebut, terlebih uang Rp 500 ribu cukup besar bagi seorang guru ngaji.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada pungutan itu, kasihan uang segitu besar loh bagi guru ngaji. Nanti inspektorat segera turun untuk memeriksa oknum tersebut,” tegasnya saat menghubungi wartawan radar24news.com melalui telepon, Rabu (10/8/2022).

Selain memeriksa oknum penyuluh agama KUA Cikande itu, lanjut Ubaidillah, tim inspektorat akan menyulusuri aliaran pungutan tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan alasan oknum tersebut yang menyebutkan uang itu untuk diberikan kepada seorang pejabat di Kementerian Agama.

“Akan ditelusuri, apakah benar uang pungutan itu akan serahkan ke seseorang di Kementerian Agama,” ujarnya.

Ubadillah memastikan, pemeriksaan terhadap oknum penyuluh tersebut akan dilakukan transparan dan apa adanya. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat dan khususnya para korban untuk mengawal dugaan kasus tersebut.

“Kita akan lakukan trasparan. Masyarakat bisa mengawasi pemeriksaan ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan guru ngaji asal Kecamatan Wanasalam dan Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak tertipu oknum penyuluh agama berinisial AM. Mereka dipungut uang adminitrasi sebesar Rp 500 ribu untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Agama.

Oknum penyuluh agama pada KUA Cikande, Kabupaten Serang berinisial AM membenarkan dia menerima uang tersebut. Namun dia menegaskan akan mengembalikan uang tersebut kepada para korban.

“Nanti tanggal 30 Agustus akan diselesaikan paling lambat, cepatnya tanggal 20 Agustus,” kata AM saat dikonfirmasi melalui pesan WhatApp. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.