Kasus Dugaan Penganiyaan Istri, BK DPRD Lebak: Kami Tetap Proses

  • Whatsapp
Kasus Dugaan Penganiyaan Istri, BK DPRD Lebak: Kami Tetap Proses
Anggota BK DPRD Kabupaten Lebak, Basirun

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Badan Kehormatan (BK) tetap akan memproses dugaan penganiayaan istri siri yang dilakukan oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Lebak berinisial TJ. Hal tersebut dilakukan lantaran dugaan kasus tersebut sudah menjadi perhatian publik.

Anggota BK DPRD Kabupaten Lebak, Basirun mengatkan, pihaknya sudah menggelar rapat untuk menindaklanjuti kasus itu. Hasilnya, BK DPRD Kabupaten Lebak telah mengirim surat ke fraksi partai anggota dewan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap istri sirinya tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah proses dugaan kasus itu, meski tidak ada laporan resmi ke kami. Barusan kita sudah menggelar rapat dan hasilnya mengirim surat ke fraksi anggota dewan yang disebut itu. Surat itu meminta klarifikasi,” kata Basirun kepada radar24news.com saat ditemui diruangnya, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Diduga Lempar Batu, Oknum Anggota DPRD Lebak Dilaporkan ke Polisi

Menurut Basirun, pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa kasus tersebut dilaporkan ke Polres Lebak oleh diduga korban. Namun, BK DPRD Kabupaten Lebak tetap akan melakukan penyelidikan terhadap kasus yang sudah menjadi perhatian publik tersebut.

“Polisi kan melakukan penyelidikan terkait dugaan pidananya, sedakan kami etikanya,” tuturnya.

Setelah meminta klarifikasi kepada Fraksi dan anggota DPRD yang dituduhkan tersebut, tambah Basirun, BK DPRD Kabupaten Lebak juga akan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat penganiayaan. Hal tersebut dilakukan agar BK mendapatkan keterangan lengkap, sehingga ketika memutuskan sanksi apapun tidak salah.

“Kami juga akan memanggil terduga korban, untuk mendapat informasi lengkap,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang perempuan berinisial ED (23) melaporkan anggota DPRD Kabupaten Lebak berinisial TJ ke Polres Lebak. Itu dilakukan lantaran TJ dilakukan penganiayaan.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Lebak berinisial TJ membantah telah diduga melakukan penganiayaan. Bahkan, TJ menyebutkan kasus itu rekayasa.

“Tidak benar, semua itu hanya rekayasa,” singkatnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.