Kasus Corona Turun, Pemkot Tangerang Tutup Hotel Kyriad Airport

  • Whatsapp
Asda) Bidang Adminitasi Umum Pemkot Tangerang, Kiki Wibhawa. (dok)

KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutuskan akan menutup tempat isolasi pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) Virus Corona atau Covid-19. Hal itu diputuskan lantaran kasus Covid-19 di Kota Tangerang menurun.

Diketahui bersama, Pemkota Tangerang memiliki dua tempat isolasi untuk pasien OTG Covid-19, yaitu Hotel Kyriad Airport di Jalan Marsekal Surya Darma dan gedung Rumah Perlindungan Sosial (RPS) di Jalan Pintu Air di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Betul, kami sudah putuskan Hotel Kriad Airport dan RPS akan ditutup. Artinya, tidak lagi dijadikan tempat isolasi pasien OTG Covid-19,” kata Asisten Daerah (Asda) Bidang Adminitasi Umum Pemkot Tangerang, Kiki Wibhawa berdasarkan keterangan tertulisnya, Jumat (16/10/2020).

Alasan tidak difungsikan lagi Hotel Kyriad Airport dan RPS untuk tempat isolasi pasien OTG Covid-19, menurut Kiki, bukan karena ada penolakan dari sejumlah masyarakat, namun karena kasus Covid-19 di Kota Tangerang menurun.

Selain itu, kasus Covid-19 yang ada sekarang bisa dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemkot Tangerang, seperti Puskemas Jurumudi, Puskemas Gembor dan Puskemas Panunggangan Barat.

“Nanti, pelayanan bagi pasien Covid-19 bisa ditangani oleh tiga Puskemas itu,” ujarnya.

Baca juga: Kryiad Hotel Jadi Isolasi Pasien Corona, Penghuni Apartemen Resah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Liza Puspadewi membenarkan kasus Covid-19 di Kota Tangerang menurun. Saat ini, total pasien Covid-19 di Kota Tangerang ada 1.919 kasus, rincianya, sembuh 1.637 orang, dirawat 221 orang dan meninggal sebanyak 61 orang.

“Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh lebih besar dibanding yang masih dirawat, dimana jumlah pasien yang sembuh mencapai 1.637 orang, sementara yang masih dirawat 221 orang. Artinya, 221 yang masih dirawat itu masih bisa dilayani oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemkot Tangerang,” pungkasnya. (hendra setiwan/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *