Kapolresta Tangerang: Tertulari Virus Corona Bukan Aib!

  • Whatsapp
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat meninjau Tim Relawan Covid-19 di Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/4/2020).

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melawan stigma negatif seolah bila terkena Covid-19 adalah sebuah aib. Menurutnya, bila persepsi negatif itu dibiarkan berkeliaran, maka berpotensi membuat orang yang diduga terkena corona akan menutup diri dan tidak jujur.

“Hindarkan persepsi orang yang terkena Covid-19 bukan sebuah aib. Tapi kita harus tetap menjaga diri dan hidup sehat,” kata Ade saat meninjau Tim Relawan Covid-19 di Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/4/2020).

Menurut Ade, kecenderungan merundung bahkan menolak jenazah yang diduga meninggal karena Covid-19 akan berdampak buruk pada psikologis orang yang terkena dan keluarganya. Hal itu pun, kata Ade, akan membuat mental orang yang pernah berinteraksi atau orang dalam pemantauan (OPD) akan terganggu.

Akibatnya, lanjut Ade, ODP atau orang yang mengalami gejala Covid-19 bisa berlaku tidak jujur. Bila hal itu terjadi, maka risiko penyebaran semakin tinggi.

“Harusnya dalam situasi seperti ini kita saling peduli. Bila ada orang yang sedang melaksanakan karantina mandiri, maka kita harusnya membantu memguatkan, apalagi bisa membantu meringankan kebutuhannya,” terang Ade.

Baca juga: Kabupaten Tangerang Bentuk Gugus Tugas Tingkat RT

Ade juga mengingatkan, agar masyarakat tidak mendiskreditkan orang-orang yang terindikasi terkena Covid-19. Ade menegaskan, masyarakat jangan menolak jenazah yang meninggal akibat Covid-19. Serta tidak mendiskriminasi ODP, PDP, dan juga yang positif terkena Covid-19.

“Yang ODP, PDP, bahkan yang positif harusnya kita doakan dan beri semangat agar bisa sembuh. Jangan ada penolakan,” tegasnya.

Ade meminta, unsur perangkat desa atau kelurahan termasuk Ketua RT/RW untuk memberikan imbuan dan edukasi terutama saat terjadi penolaka. Ade juga meminta agar perangkat desa atau kelurahan turut mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun, menunda kegiatan yang bisa melibatkan banyak orang, serta gunakan masker saat berada di luar rumah.

“Kedisiplinan individu menjadi penting agar usaha memutus mata rantai penyebaran penyakit Covid-19 bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *