Kagum! Melihat Warga Citorek Kidul Lebak Lestarikan Tradisi Neres

  • Whatsapp
Tradisi Neres Lebak
Tardisi Neres atau bersih-bersih dengan mandi di sungai masih terus dilesatarikan ibu-ibu dan teteh-teteh di Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kabupaten Lebak.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM – Tardisi Neres atau bersih-bersih dengan mandi di sungai masih terus dilesatarikan ibu-ibu dan teteh-teteh di Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kabupaten Lebak. Tradisi itu merupakan bagian dari rangkaian seren tahun yang sudah dilakukan secara turun-temurun.

Pantuan wartawan radar24news.com, tradisi neres diawali dengan para ibu dan perempuan rame-rame mendatangi sungai dengan membawa peralatan dapur. Tardisi itu bertujuan untuk keramas atau bersih-bersih badan dan peralatan dapur, namun perempuan yang mengikuti tardisi itu harus dalam keadaan suci atau tidak datang bulan.

Bacaan Lainnya

Uniknya, sampo yang mereka gunakan untuk membersihkan rambut terbuat dari jerami padi yang sudah terbakar.

Tradisi itu mungkin untuk sebagian orang dianggap tanu atau vulgar lantaran terkadang banyak yang melihat, termasuk pria. Namun ibu-ibu dan perempuan idi Kampung Ciusul tetap riang melakukan kegiatan tersebut.

“Setelah Kuramas (bersih-bersih_red), ibu-ibu dan perempuan itu pulang ke rumahnya masing-masing sambil membawa peralatan dapur yang sudah dibersihkan,” kata Enzen Jaenudin, Tokok Pemuda Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul kepada, Sabtu (7/11/2020).

BACA JUGA: Di Kabupaten Lebak, Anak Yatim Piatu Disabilitas Hidup Memprihatinkan

Menurut Enzen, tradisi neres itu sudah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu dan masih tetap dilestarikan ibu-ibu dan perempuan di Kampung Ciusul. Bahkan, tardisi itu menjadi momen yang ditunggu oleh ibu-ibu dan perempuan kampung tersebut.

“Perempuan asal Kampung Ciusul yang berada di luar kota juga pulang untuk mengikuti tardisi neres,” pungkasnya. (aji/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *