Jalan Dipagar Pemilik, Warga Sindang Jaya Harus Manjat Saat Mau ke Masjid

  • Whatsapp
Jalan Dipagar Pemilik, Warga Sindang Jaya Harus Manjat Saat Mau ke Masjid
Jalan Dipagar Pemilik, Warga Sindang Jaya Harus Manjat Saat Mau ke Masjid, Jumat (11/6/2021)

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Sejumlah warga di Kampung Waru RT 01 RW 03, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang terpaksa harus memanjat pagar dengan tinggi sekitar 5 meter saat mau salat ke masjid. Pasalnya, salah seorang warga yang mengklaim pemilik tanah menutup dengan pagar akse jalan utama menuju masjid tersebut.

Tokoh Pemuda Kampung Waru, Desa Sukaharja Dul Muti mengatakan, akses utama jalan ke Masjid tersebut dipagar oleh keluarga almarhum Rana. Padahal, semasa hidup Rana tidak keberatan tanahnya dipakai untuk jalan umum dan dibangun paving blok oleh pihak desa.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah meminta keluarga dari almarhum Rana agar jalan tidak dipagar, karena akses jalan umum dan dipakai aktivitas sehar-hari warga melintas. Tapi mereka (keluarga almarhum Rana) ngotot semua. Tidak ada masalah lain dengan warga, masalah harta doang,” kata Dul kepada radar24news.com saat ditemui dilokasi, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Ribuan Siswa Tak Tertampung SMP Negeri di Kota Tangerang

Akibat akses utama jalan dipagar, menurut Dul, mayoritas warga di Kampung Waru mengeluh dan terpaksa masyarakat memanjat pagar tersebut saat akan salat ke masjid.

“Sebetulnya, ada jalan lain menuju masjid Kampung Waru, tapi harus memutar dan jaraknya jauh. Jadi warga terpaksa memanjat pagar agar lebih cepat sampai ke masjid,” tuturnya.

Dul menambahkan, persoalan pemagaran akses jalan utama menuju masjid tersebut sudah dilaporkan warga ke pihak Desa Sukaharja. Namun pihak desa tidak bisa berbuat banyak. Selain itu, warga juga sudah meminta pihak Polresta Tangerang untuk memediasi persoalan tersebut. Namun, pihak Polresta menyarankan harus melalui desa.

“Warga mengeluh dengan pemagaran itu, karena mengagu aktivitas. Warga sudah membuat surat ke Polresta Tangerang untuk memediasi, tapi katanya harus dari desa dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, radar24nes.com sudah berusaha menemui salah seorang keluarga dari almarhum Rana untuk konfirmasi. Namun enggan memberikan keterangan. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.