Jalan Diblokir Perusahaan, Warga Bojong Tangerang Mengeluh

  • Whatsapp
Kondisi Jalan yang diblokir.

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COMSejumlah warga Desa Bojong, Kecamatan Cikupa,  Kabupaten Tangerang mengeluhkan adanya aksi pemblokiran akses jalan masuk ke lingkungan mereka.

Pemblokiran jalan yang terjadi sejak Selasa (14/4/2020) itu diduga dilakukan oleh PT Sinar Masanda Industri (SMI) yang berlokasi di desa tersebut. PT SMI dikabarkan tengah bersengketa dengan PT Samcro Hyosung Adilestari (SHA) terkait persoalan lahan.

“Warga di sini jelas sangat terganggu dengan kondisi seperti ini. Karena aktivitas keluar-masuk kami agak sulit akibat pemblokiran akses jalan ini,” ujar Caswati, warga setempat kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Catat Ya! Ini Lokasi 16 Check Point PSBB di Kabupaten Tangerang

Wanita yang tinggal di RT02/ RW01 Desa Bojong itu menyebut, pemblokiran akses jalan merupakan buntut dari persoalan sengketa lahan yang melibatkan PT SMI dan PT SHA.

Dimana, kata Wati, kedua perusahaan yang lokasi pabriknya berdekatan tersebut sama-sama mengklaim bahwa lahan berupa akses jalan tersebut milik mereka.

“Sudah dua hari ini akses jalan diportal. Kabarnya ada sengketa lahan. Tapi kenapa kami, warga di sini yang menjadi korban? Ini kan tidak adil. Apa tidak bisa diselesaikan secara baik-baik oleh kedua belah pihak,” cetusnya.

Sementara Nining, warga lainnya mengaku khawatir jika pemblokiran jalan tersebut akan berdampak buruk bagi masa depan mereka. Terlebih, sebagian besar warga yang tinggal di sana, bekerja di salah satu perusahaan yang bersengketa.

“Kalau perusahan tempat kami bekerja bangkrut akibat tidak bisa lagi beroperasi karena adanya pemblokiran akses jalan ini, ya tentu kami khawatir akan ada PHK nantinya. Lalu bagaimana dengan nasib kami, siapa yang mau tanggung jawab kalau sampai ada PHK,” tutur Nining.

Ia pun berharap pihak yang berwenang seperti Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun aparat kepolisian setempat bisa melakukan mediasi guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Apalagi peristiwa ini terjadi di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19) yang melanda bangsa ini. “Semua serba susah karena Corona, ya tolong juga jangan buat kami tambah susah,” pungkasnya. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *