Ini Alasan Nelayan Lebak Selatan Nekat Melaut Meski Ombak Tinggi

  • Whatsapp
Ilustrasi: Nelayan sedang gotong-royong mengangkat kapal. (istimewa)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Meski Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak sudah mengeluarkan peringatan ombak tinggi di perairan wilayah Lebak Selatan tidak menyurutkan nelayan menghentikan aktivitasnya. Mereka tetap nekad melaut saat saat ombak tinggi tersebut.

Lalu apa alasan mereka?

Bacaan Lainnya

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabutan Lebak Nurman mengatakan, para nelayan di Lebak Selatan tidak ada pilihan lain selain nekad melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebab, tidak semua nelayan mendapatkan bantuan pemerintah, seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) terdampak corona atau Covid-19.

“Saya sebagai ketua HNSI Kabupaten Lebak sudah mengimbau agar mereka (nelayan_red) berhenti melaut sementara karena gelombang tinggi, tapi mereka bilang tidak ada pilihan karena selama ini tidak tersentuh bantuan pemerintah,” kata warga Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak ini kepada radar24news.com, Minggu (1/11/2020).

Oleh karena itu, Nurman berharap, pemerintah untuk memperhatikan nasib para nelayan yang belum tersentuh program bantuan dari pemerintah tersebut. Nurman menyakini, nelayan yang nekad melaut itu lebih memilih berkumpul dengan keluarganya bila kebutuhan sehar-hari terpenuhi.

“Saya yakin, mereka itu lebih memilih tidak melaut dan berkumpul dengan keluarga jika kebutuhan hidupnya terpenuhi. Semua nelayan mana ada yang kaya, yang kaya itu yang punya kapal,” katanya.

Baca juga: Tok! Debat Calon Walikota Tangsel Disiarkan di TV 22 November

Ditemui terpisah, salah seoarang nelayan Kecamatan Bayah Mardi membenarkan, terpaksa melaut karena tidak memiliki pilihan lain.

“Kalau saya dapat bantuan lebih baik tidak melaut pak,” singkatnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala BPBD Kabupaten Lebak Ajis Suhendi mengatakan, pihaknya mengeluarkan imbauan agar nelayan waspada dalam melaut itu karena berdasarakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang tinggi melanda perairan Lebak Selatan.

“Jadi rilis BMKG terkait gelombang tinggi itu sudah kami sampiakan kepada masyarakat, khususnya nelayan,” pungkasnya. (ajis/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *