HMI Desak BK Panggil Oknum Anggota DPRD Jadi Calo Mobil Diduga Bodong

  • Whatsapp
HMI Desak BK Panggil Oknum Anggota DPRD Jadi Calo Mobil Diduga Bodong
Ilsutrasi: Mobil Operasional Desa

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tangerang Raya mendesak Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Tangerang segera memanggil salah seorang anggota dewan berinisial SA alias BA yang diduga menjadi calo atau perantara pembelian mobil operasional Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji.

“Kami meminta, BK DPRD Kabupaten Tangerang memanggil anggota Dewan berinisial SA alias BA. Itu perlu dilakukan untuk memperjelas dugaan itu. Jika benar Dewan SA itu menjadi calo pembelian mobil operasioanl Desa Gaga tanpa BPKB dan STNK, saya minta untuk diberikan sanksi berat,” kata Sekretaris Bidang (Sekbid) Perguruan Tinggi Kemasyarakat HMI Tangerang Raya, Ahmad Juani, Selasa (13/4/2021).

Bacaan Lainnya

Ahmad Juani mengaku heran, mobil operasional Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji yang dibeli tunai melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018, belum memiliki BPKB, STNK dan faktur pembelian. Sementara masyarakat yang membeli motor dengan cara kredit juga memiliki STNK.

“Saya heran, Kepala Desa Gaga (Mansur) menyampikan mobil operasional itu dibeli tunai. Tapi kok belum ada faktur pembelian, BPKB dan STNK. Untuk mengetahui hal itu, penegaka hukum juga harus turun tangan. Sebab mobil itu dibeli dari anggaran pemerintah,” tuturnya.

Ikbal, Aktivis Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) juga medesak hal yang sama. Menurut Ikbal, bila BK DPRD Kabupaten Tangerang tidak segera memanggil, pihaknya akan menggelar unjuk rasa ke Gedung DPRD Kabupaten Tangerang.

“BK DPRD harus segera memanggil oknum dewan itu, jika tidak kita akan menggelar unjuk rasa,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang Mansur mengakui, mobil operasional desanya tidak memiliki Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB). Padahal, mobil operasional tersebut dibeli kontan melalui anggaran dana desa (ADD) tahun 2018 lalu.

“BPKB belum dikasih ke saya dari dealernya. Sejak mobil operasional dikirim ke saya,” kata Mansur kepada radar24news.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (6/4/2021). “Perantaranya Dewan SA alias Ba,” pungkasnya. (ade maulana/hendra setiawan/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.