Gelar Demo di Polresta Tangerang, Massa Minta Laporan Guru Dihentikan

  • Whatsapp
Puluhan massa dari gur, Siswa, alumni, komite SMAN 21 Tangerang dan masyarakat mengelar unjuk rasa di depan Mapolresta Tangerang, Senin (29/6/2020).

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Konflik internal di SMAN 21 Tangerang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang makin memanas. Setelah Mantan Bendahara SMAN 21 Tangerang, Subaih melaporkan salah seorang guru berinisial W dengan dugaan penganiayaan dan Kepala Sekolah, Wiji melaporkan dugaan pencuriaan Laporan Pertangungjawaban (LPj) BOS 2019.

Kini giliran puluhan guru, siswa, alumni, komite SMAN 21 Tangerang dan masyarakat unjuk rasa di depan Polres resor kota (Polresta) Tangerang, Senin (29/6/2020). Mereka meminta polisi menghentikan laporan yang dibuat oleh mantan bendahara dan kepala sekolah SMAN 21 tersebut lantara dinilai bentuk kriminalisasi.

Pantuan wartawan radar24news.com, puluhan massa dengan membawa spanduk tuntutan mendatangi Mapolesta Tangerang sekira pukul 13.00 WIB. Setelah menggelar orasi, perwakilan massa diterima oleh Kasatreskrim Polresta Tangerang AKP Ivan Adhitira untuk berdialog.

Usai berdialog, Ketua Komite SMAN 21 Kabupaten Tangerang Andy Juweni menyatakan, unjuk rasa yang diikuti oleh guru, siswa, alumni SMAN 21 Tangerang dan masyarakat ini sebagai bentuk menuntut keadilan atas dugaan korupsi dana BOS tahun 2019 di SMAN 21 Kabupaten Tangerang.

“Laporan yang dibuat oleh mantan bendahara dan kepala SMAN 21 bentuk kriminalisasi terhadap guru yang berani membongkar dugaan korupsi dana BOS. Untuk itu kami minta polisi untuk mengnetikan laporan itu,” kata Andy kepada wartawan.

Baca juga: Pemkab Tangerang Terima Aset Senilai Rp 30 Miliar dari Kemenpu PR

Menurut Andy, tuduhan pencurian terhadap LPj dana BOS 2019 yang dilayangkan kepada para guru tidak mendasar. Sebab, LPj dana BOS 2019 tersebut sudah dilaporkan ke Inspektorat Banten. Sementara terkait tuduhan penganiyaan dinilai mengada-ngada. Pasalnya, guru yang dituduh memukul tersebut sebetulnya yang dicekik oleh Subaih.

“Peristiwa itu terjadi ketika Inspektorat Banten datang ke SMAN 21 Tangerang. Besoknya, Subaih dan Wiji melaporkan ke Polresta Tangerang,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Andy dan guru, siswa alumni dan masyarakat meminta meminta laporan soal dugaan korupsi dana BOS agar secepatnya ditindaklanjuti.

“Dugaan korupsi dana BOS 2019 di SMAN 21 Tangerang segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Komite Sekolah SMAN 21 Kabupaten Tangerang Yunihar menyatakan, aksi yang digelar di Polresta Tangerang ini dilakukan dalam rangka mengungkap kasus dugaan korupsi dana BOS yang terjadi telah lama sekitar 6-7 tahun. Sayangnya bukti berupa LPj baru didapatkan tahun 2019.

“Saya meminta, hentikan bentuk kriminalisasi terhadap para guru SMAN 21 Tangerang yang telah berani membuka tabir dugaan korupsi,” tegasnya.

Kedzaliman ini, lanjut Yunihar, bukanlah hal yang biasa, sehingg pihaknya merasa harus dihentikan. Apabila tidak dihentikan, maka ini akan membuat nama baik lembaga pendidikan untuk ke depannya akan tercoreng.

“Masyarakat harus mendukung upaya para guru dan komite sekolah dalam mengungkap kasus ini. Hendaknya kasus ini juga menjadi pelajaran bagi sekolah lain terutama sekolah yang berada di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

Terpisah, Mantan Bendahara SMAN 21 Tangerang Subaih menegaskan, tidak akan mencabut laporan polisi yang telah dibuatnya.

“Atuh moal lah (Tidak akan_red),” singkatnya saat dikonfirmasi melalui telepon. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *