Empat Cara Menghilangkan Stres untuk Wanita Karir

  • Whatsapp
Empat Cara Menghilangkan Stres untuk Wanita Karir
Ilustrasi: Wanita Karir

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Sudah bukan menjadi hal yang mengejutkan bahwa wanita yang menjalani profesi sebagai ibu dan wanita karir cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi.

Alasannya adalah karena wanita yang memiliki tugas ganda ini dituntut untuk membagi curahan perhatian secara berimbang kepada anak dan juga pekerjaan.

Bacaan Lainnya

Memang terkadang seorang ibu akan merasa sangat bersalah ketika terpaksa meninggalkan buah hati karena harus bertanggung jawab terhadap karir yang dilakoni. Hentikan rasa bersalah atas pilihan Anda dan atur tingkat stres Anda dengan empat tips di bawah ini dikutip dari berbagai sumber, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: 4 Tips Dalam Menerapkan Mobile Marketing yang Efektif

1. Berbagi tugas dengan suami

Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa peran ayah yang dilakoni oleh pria cenderung meningkat dibandingkan ayah-ayah di 25 tahun yang lalu, begitu menurut hasil studi yang dilakukan oleh Families and Work Institute di Amerika Serikat (AS).

Inisiatif partisipasi ayah biasanya ditunjukkan pada hal-hal sederhana, seperti menghibur buah hati yang sedang sakit, mengantar ke sekolah, atau menghadiri pertemuan orang tua murid di sekolah.

Tidak ada salahnya untuk meminta suami turut berbagi tugas mengasuh anak agar Anda tidak perlu lagi stres karena merasa semua tanggung jawab mengurus buah hati di rumah adalah tugas mutlak seorang ibu.

2. Buatlah jadwal Anda sefleksibel mungkin

Banyak wanita karir yang telah berkeluarga dan memiliki anak, menganggap momen akhir pekan sebagai momen sakral bersama keluarga. Jika Anda juga berpikir demikian, mari jauhkan sejenak perangkat komunikasi dari jangkauan Anda, setidaknya seharian penuh di hari Sabtu atau Minggu.

Di saat seperti ini, banyak hal berkualitas dapat Anda lakukan bersama dengan keluarga tanpa harus terusik dengan urusan kantor, seperti bersepeda santai di Minggu pagi, saling berbagi cerita dengan keluarga di rumah, atau jalan-jalan sore bersama.

Jika menjauhkan perangkat komunikasi terasa terlalu berlebihan, maka Anda dapat menggunakan cara lain yaitu mengaktifkan mode ‘silent’ pada seluruh gadget yang Anda miliki. Usahakan sebisa mungkin untuk mengeceknya kembali di penghujung hari agar kualitas kebersamaan Anda dan keluarga, khususnya dengan anak, tidak terganggu.

3. Temukan perspektif

Jika Anda sedang bekerja, tak jarang Anda mengharapkan ada di rumah bersama dengan si kecil, namun saat Anda di rumah, justru mengharapkan hal sebaliknya.

Menurut Dr. Leon Hoffman, direktur Pacella Parent Child Center, untuk kasus seperti ini, sebaiknya Anda perlu membangun rasa nyaman dari dalam diri Anda mengenai alasan mengapa Anda memilih bekerja seraya di satu sisi juga mengasuh anak.

Dengan semangat dan rasa nyaman yang berhasil Anda ciptakan, maka perlahan Anda dapat menyeimbangkan karir dan pengasuhan anak dengan lebih bijak.

4. Jangan tunjukkan rasa stres di depan anak

Ini adalah kabar baik bagi ibu yang bekerja, bahwa sebuah studi yang pernah di lakukan pada enam ribu anak di AS yang ibunya barkarir di luar rumah, menemukan fakta bahwa hal tersebut sebenarnya tidak menimbulkan ‘kerusakan’ serius pada anak.

Justru menurut Ellen Gallinsky, pimpinan Families and Work Institute, mengatakan bahwa anak lebih menginginkan ibunya terlihat tidak stres saat di rumah dibandingkan harus berada di dekatnya selama seharian penuh.

Hal ini juga sempat dibahas di jurnal The American Psychoanalyst belum lama ini, yakni tentang fakta bahwa anak tidak peduli dengan berapa lama ibu harus ada di samping dirinya, melainkan seberapa besar kualitas yang akan mereka dapatkan saat berinteraksi secara langsung dengan ibu, Semoga bermanfaat. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.