Dukun Pengganda Uang Asal Rajeg Tangerang Dibunuh, Ini Kronologisnya

  • Whatsapp
Dukun Pengganda Uang Asal Rajeg Tangerang Dibunuh, Ini Kronologisnya
Salah satu pelaku pembunuhan berinisial W (35), warga Kampung Gang Tali, Desa Sukadiri, Kabupaten Tangerang saat ditanya Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat konferensi pers di Gedung Presisis Polresta Tangerang, Senin (13/9/2021).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Patoni alias Abah Toni (62), diduga dukun pengganda uang warga Kampung Jawaringan, Desa Sukmanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang tewas dibunuh pasiennya sendiri.

Pelaku diketahui berjumlah tiga orang, namun Satreskrim Polresta Tangerang baru menangkap dua pelaku berinisial W (35), warga Kampung Gang Tali, Desa Sukadiri, Kabupaten Tangerang dan TYP (50), warga Puri Cendana, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun, Jakarta. Sementara AR kabur dan sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bacaan Lainnya

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan terbongkarnya kasus pembunuhan ini berawal. Dimana, Polresta Tangerang mendapatkan laporan bahwa korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar di rumahnya.

Mendapat laporan itu, Satreskrim Polresta Tangerang langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Berdasarkan hasil visum rumah sakit, diketahui bahwa korban meninggal dunia karena kehabisan napas. Sementara di TKP kita mengamankan bantal yang diduga menjadi alat untuk membekap korban,” ungkap Wahyu saat konferensi pers di Gedung Presisi Polresta Tangerang, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Teluknaga, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Mendapat petunjuk itu, Unit Jatanras Satreskrim Polresta Tangerang dipimpin langsung Kasatreskrim Kompol Dadi Perdana Putra langsung menyelidikan dan berhasil mengamankan dua pelaku dilokasi berbeda. Selanjutnya, kedua pelaku dibawa ke Polresta Tangerang untuk diminta keterangannya.

“Kedua pelaku mengakui perbuatannya, mereka nekad membunuh korban karena sakit hati merasa ditipu korban. Mereka sudah memberikan sejumlah uang kepada korban untuk digandakan. Tapi seiring waktu, janji itu tidak terbukti,” terangnya.

Masih berdasarkan keterangan kedua pelaku, lanjut Wahyu, mereka atau para pelaku mendatangi rumah korban pada malam hari. Setibanya di rumah korban, para tersangka mencongkel jenderla menggunakan alat sejenis obeng yang sudah dipersiapkan.

“Setelah berada didalam, korban yang sedang tertidur terbangun. Para pelaku langsung mengikat kaki korban dan langsung membekak korban menggunakan batal hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Mengetahui korban meninggal dunia, kata Wahyu, para tersangka langsung kabur dengan membawa beberapa barang milik korban. Diantaranya dua unit sepedah motor, Handphone dan uang tunai.

“Handphone dan dua unit sepedah motor yang dibawa ini, menjadi petunjuk polisi sehingga para pelaku dapat diamankan,” katanya.

Wahyu menambahkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHpidana) atau pasal 339 KUHPidana dan pasal 363 ayat 4 KUHpidana.

“Para pelaku ini terancam hukuman mati,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaku berinisial W (35) warga Kampung Tali RT 08 RW 05, Desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri mengakui perbuatannya. Menurutnya, perbuatan nekad itu dilakukan karena sakit hari lantaran janji korban bisa menggandakan uang tidak terhujud.

“Saya sudah menyerahkan uang sebesar Rp6 juta kepada korban untuk digandakan, tapi tidak pernah terhujud. Makanya saya sakit hati, tapi saya menyesal melakukan itu,” kata W kepada radar24news.com. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.