Dugaan Fee P3-TGAI, Petani: Ketua KTNA Mauk Minta Uang Secara Paksa

  • Whatsapp
Dugaan Fee P3-TGAI, Petani Ketua KTNA Mauk Minta Uang Secara Paksa
Proyek P3-TGAI. (sumber foto Kemen PUPR)

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Dugaan fee atau potongan bantuan proyek saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang terus disuarakan.

Kali ini disampaikan, salah seorang Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kecamatan Mauk lainnya. Menurutnya, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Mauk, Yosep mendatangi rumanya setelah anggaran bantuan proyek P3A-TGAI senilai 195 juta diambil dari Bank.

Bacaan Lainnya

Setelah itu, Yosep memaksa meminta uang sebesar Rp 58,5 juta dengan alasan uang pajak dan komisi orang pusat. Namun, Yosep tidak menyebutkan siapa orang pusat tersebut.

“Setelah saya ambil uang bantuan dari Bank BRI Mauk, Yosep datang ke rumah dan minta fee sebesar Rp 58,5 juta. Itu uang katanya buat uang pajak dan komisi orang pusat. Yosep juga bilang pemotongan Rp 58,5 juta itu semua rata (penerima bantuan),” katanya yang minta namanya tak ditulis, Jumat (4/6/2021).

Menurut dia, pemotongan bantuan proyek yang dilakukan Yosep ini bukan hanya tahun ini dilakukan. Namun kedua kalinya. Sebab tahun lalu juga mendapatkan bantuan proyek yang sama dan juga dipotong oleh Yosep.

“Sudah dua kali dipotong, tahun ini dan tahun kemarin. Saya mah petani nurut aja saat diminta uang pajak dan komisi orang pusat,” tuturnya.

Baca juga: Oknum Ketua KTNA Mauk Diduga Potong Anggaran P3-TGAI Hingga Rp 60 Juta

Sebelumnya, dugaan pemotongan bantuan P3A-TGAI yang dilakukan Yosep juga disampikan Ketua P3A di Kecamatan Mauk lainnya. Menurutnya, pemotongan anggaran bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI tersebut hingga mencapai 30 persen atau Rp 60 juta. Padahal, mereka hanya mendapatkan bantuan sebesar Rp 195 juta.

“Satu P3A yang menerima bantuan P3A-TGAI diminta Rp 60 juta, sedangkan di Kecamatan Mauk terdapat 13 penerima manfaat. Itu katanya buat uang fee sudah membantu turunnya proyek P3A-TGAI,” kata salah seorang Ketua P3A Kecamatan Mauk yang minta namanya dirahasiakan kepada radar24news.com, Kamis (3/5/2021).

Sementara itu, Ketua KTNA Kecamatan Mauk Yosep sempat membantah, potongan anggaran P3A-TGAI hingga Rp 60 juta atau 30 persen. Namun demikian, Osep sempat menyebutkan hal tersebut adalah lumrah.

“Kalau bahasa begitu mah (pemotongan), saya tidak tahu. Lah kalau bahasa itu lumrah lah, saya tidak mau komen (berkomentar),” katanya. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.