Diupahi Rp250 Ribu, 2 ABG Cantik Asal Jayanti Dijadikan PSK Online

  • Whatsapp
Diupahi Rp250 Ribu, 2 ABG Cantik Asal Jayanti Dijadik PSK Online
Barang bukti dan kedua tersangka kasus prostitusi online dihadirkan saat konferensi pers di Mapolsek Cisoka, Jumat (17/9/2021).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cisoka, Polresta Tangerang menangkap dua germo atau mucikari yang menjajakan perempuan melalui aplikasi Michat. Mirisnya, perempuan yang dijajakan berusia 19 tahun dan 20 tahun atau bahasa populernya anak baru gede (ABG).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan, terungkapnya prostitusi online ini berawal dari laporan masyarakat, dimana ada sebuah kontrakan di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti yang dijadikan praktek prostitusi terselubung.

Mendapat laporan itu, Reskrim Polsek Cisoka langsung bergerak melakukan penyelidikan. Dan akhirnya petugas berhasil dua pelaku yang diduga mucikari.

“Kedua mucikari berinisial DR (19) dan DD (50), berhasil diamankan. Kami juga mendapatkan dua perempuan berinisial SM (20) dan SL (19). Kedua perempuan itu dijadikan PSK online oleh pelaku,” kata Wahyu saat konferensi pers di Mapolsek Cisoka, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Heboh! Warga Mauk Mendadak Tewas Diatas Motor di Cisoka Tangerang

Wahyu mengatakan, modus yang dilakukan dua mucikari ini dengan cara memasarkan perempuan berusia muda melalui aplikasi MiChat kepada lelaki hidung belang. Setelah harga disepakati, satu pelaku menjemput PSK online untuk dibawa berkencan dengan lelaki hidung belang di kontrakan tersebut.

“Setelah selesai berkencang dengan lelaki hidup belang, perempuan itu dikasih upah mulai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu. Kedua pelaku juga mendapatkan keuntungan dalam setiap transaksi,” terangnya.

Wahyu menegaskan, kasus prostitusi online tersebut masih dikembangkan. Sementara dalam kasus ini, Reskrim Polsek Cisoka berhasil mengamakan beberapa alat bukti. Diantaranya, dua unit telepon gengam dan uang tunai hasil transaksi prostitusi online.

“Kita akan terus kembangkan kasus ini untuk menemukan pelaku lain, dua unit telepon gengam dan uang tunai hasil transaksi menjadi petunjuk untuk terus mengejar pelaku lainnya,” tegasnya.

Wahyu menambahkan, kedua mucikari berinisial DR dan DD dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE).

“Kedua mucikari ini diancam dengan pidana 6 tahun penjara,” pungkasnya. (ade maulana/imron)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.