Diduga Terjadi Korupsi Dana UPK, KLB Demo Kantor DPMPD Lebak

  • Whatsapp
Diduga Terjadi Korupsi Dana UPK, KLB Demo Kantor DPMPD Lebak
Puluhan aktivis pengiat anti korupsi yang tergabung dalam KLB menggelar Demo di Kantor Dinas DPMD Kabupaten Lebak, Jumat (30/4/2021). (angga/radar24news.com)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Puluhan aktivis pengiat anti korupsi yang tergabung dalam Koalisi Lembaga Bersatu atau KLB menggelar demontrasi (Demo) di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, Jumat (30/4/2021).

Mereka menggelar demo tersebut lantaran menduga telah terjadi tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam dana Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) di 28 Kecamatan se-Kabupaten Lebak.

Bacaan Lainnya

Pantauan radar24news.com, puluhan aktivis pengiat anti korupsi dengan membawa karton bertuliskan tuntutan datang ke kantor DPMPD Kabupaten Lebak sekira pukul 13.30 WIB. Mereka langsung menyampikan orasinya, sementara itu belasan polisi nampak mengamankan unjuk rasa tersebut.

Ahmad Yani, Koordinator aksi mengatakan, bahwa selama ini pengelolaan dana UPK di Kabupaten Lebak tidak pernah dilakukan audit oleh Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

“Kemana aliran dana UPK selama ini di kelola masing-masing UPK, kenapa tidak pernah dilakukan audit oleh inspektorat ataupun BPK RI,” kata Yani dalam orasinya.

Baca juga: Tempat Wisata di Kabupaten Lebak Siap Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Yani menegaskan, pihaknya akan segera melaporkan dugaan Tipikor dana UPK ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak. Hal tersebut dilakukan agar Korps Adhyaksa segera melakuan penyelidikan dugaan tersebut.

“Usai aksi ini, kami KLB yang terdiri dari 13 lembaga akan langsung ke Kejaksaan untuk memberikan lapdu (laporan pengaduan_red) terkait persoalan ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pembinaan Desa pada DPMD Kabupaten Lebak Rifai mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan pembinaan terhadap semua pengurus UPK se-Kabupaten Lebak. Namun, Rifai mengaku masih terdapat kekurangannya.

“Kami sudah sering melakukan pembinaan, akan tetapi masih banyak kekurangan,” singkatnya. (angga/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.