Diduga Menipu, Oknum Penyuluh Agama KUA Cikande Bakal Dipolisikan

Diduga Menipu, Oknum Penyuluh Agama KUA Cikande Bakal Dipolisikan
Seorang penyuluh agama sedang memberikan penyluhan (keteranga: foto tidak ada kaitan dengan isi berita)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) berencana akan mempolisikan oknum penyuluh agama pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikande, Amantu. Laporan itu terkait dugaan penipuan atau pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum tersebut kepada para guru ngaji asal Kecamatan Wanasalam dan Maja, Kabupaten Lebak.

Ketua LMPI Kecamatan Malingping Asep Sujana mengaku, pihaknya sudah menerima surat kuasa dari sebagian korban asal Kecamatan Wanasalam. Dalam isi surat kuasa tersebut diantara berisi pihaknya mewakili para korban untuk melaporkan oknum penyuluh agama itu kepada pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Sudah ada tiga korban yang sudah membuat surat kuasa kepada kami, tinggal menunggu dua korban lagi. Rencananya hari ini,” kata Asep saat menghubungi wartawan melalui telepon, (11/8/2022).

Asep menegaskan, setelah dua orang itu selesai memberikan surat kuasa, pihaknya akan segera mendatangi Polda Banten untuk membuat laporan. Namun Asep meminta nama para korban yang sudah memberikan surat kuasa tersebut untuk sementara tidak dipunlikasi. Sebab, saat ini sudah ada upaya beberapa pihak yang mengubungi para korban untuk tidak melaporakn dugaan kasus tersebut kepada polisi.

“Nama-namanya saya hanya memberikan kepada abang (menyebut wartawan_red) saja, tapi jangan dipublikasi dulu bang. Itu karena para korban sudah dihubungi seseorang agar tidak melapor,” terangnya.

Asep menduga aksi penipuan atau pungli yang dilakukan oknum penyuluh agama KUA Cikande, Amantu tersebut tidak dilakukan sendiri. Dugaan itu diperkuat dengan banyaknya jumlah korban. Untuk itu Asep berharap kepada kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan pidana tersebut ketika laporannya sudah dilayangkan.

“Dugaan saya ini ada sindikat bang, tak mungki si AM (Amantu_red) melakukan sendiri. Ini pasti ada yang membantunya karena berdasarkan informasi korbannya mencapai 300 orang,” ujarnya.

Asep menambahkan, meskipun ada rencana Amantu mengembalikan uang korban. Namun tidak mengugurkan dugaan pidannya. Itu karena dugaan pidannya sudah terjadi.

“Pengembalian uang itu tidak menghapus pidannya, itu hanya meringankan terduga pelaku saja,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum penyuluh agama pada KUA Cikande, Amantu mengaku telah memungut biaya adminitrasi sebesar Rp 500 ribu perorang kepada guru ngaji asal Kecamatan Wanasalam dan Maja. Namun Amantu berjanji akan mengembalikan uang tersebut.

“Paling lambat tanggal 30 Agustus, paling cepat tanggal 20 Agustus 2022,” ungkap Amantu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp beberapa hari lalu.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, Amantu sudah dipanggil oleh kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang untuk dilakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, Amantu mengakunya dan akan mengembalikan uang para korban. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.