Diduga Langgar Kode Etik, DKPP Sidang Ketua Bawaslu Kota Tangsel

  • Whatsapp
Ilustrasi: Suasana sidang DKPP. (Dokumen DKPP untuk radar24news.con)

KOTA TANGSEL, RADAR24NEWS.COM-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bakal mengelar sidang terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan ketua dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sidang tersebut akan digelar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten di Kota Serang, Rabu (13/10/2020).

Sekretaris DKPP Bernad Dermawan Sutrisno mengatakan, perkara dugaan pelanggaran kode etik ketua dan anggota Bawaslu Kota Tangsel diadukan oleh Imam Syamsudin memalu kuasanya yaitu YB Christian Putro.

Bacaan Lainnya

“Kami akan menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran KEPP (Kode Etik Penyelenggara Pemilu_red) nomor pekara 106-PKE-DKPP/X/2020 hari ini di Kantor KPU Banten,” kata Bernad berdasarkan keterangan tertulis yang dikirim kepada radar24news.com, Rabu (13/10/2020).

Bernad menjelaskan, pokok perkara yang diadukan yakni, dugaan bahwa para teradu atau ketua dan anggota Bawaslu Kota Tangsel tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya, terkait pengusiran terhadap Staf Bawaslu bernama Fadel Galih pada saat acara deklarasi koalisi partai pendukung bakal pasangan calon Muhamad- Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Pilkada 2020.

“Menurut pengadu, perkara tersebut setelah diperiksa Gakkumdu statusnya dinyatakan tidak ditindaklanjuti dengan alasan kurangnya syarat formil terkait identitas pelaku,” jelasnya.

Terkait agenda sidang, menurut Bernand, mendengarkan keterangan pengadu dan teradu serta saksi-saksi atau pihak Terkait yang dihadirkan.

“DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,” tuturnya.

Bernadd menambahkan, sidang ini juga akan ditayangkan langsung melalui akun media sosial milik DKPP.

“Sidang kode etik DKPP bersifat terbuka, artinya masyarakat dan media dapat menyaksikan langsung jalannya sidang pemeriksaan atau melalui live streaming Facebook DKPP, @medsosdkpp dan akun Youtube DKPP,” pungkasnya. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *