Di Kabupaten Lebak, Kunjungan Wisatawan ke Baduy Naik Saat PSBB

  • Whatsapp
wisawatan ke baduy
Salah seorang warga Badut, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak sedang menenun.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM – Kunjungan wisatawan ke Perkampungan Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak mengalami peningakatan. Padalah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sudah menerapakan aturan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) untuk mempercepat pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19.

Kepala Seksi (Kasie) Pemerintahan Desa (Pemdes) Kankes, Kecamatan Leuwidamar Sarpin mengatakan, meski kunjungan wisatawan ke baduy pada Oktober 2020 mengalami peningkatan dibanding pada Juli dan Agustus 2020. Namun wisatawan harus mematuhi aturan untuk menerapkan protokol kesehatan, diantaranya memakai masker, tidak berkerumun dan harus sering mencuci tangan.

Bacaan Lainnya

“Ya, kunjungan ke Baduy meningkat Oktober ini. Tapi kami menerapkan aturan ketat terkait protokol kesehatan Covid-19 dan itu harus dipatuhi oleh wisatawan,” kata Sarpin kepada wartawan, Minggu (25/10/2020).

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Baduy, menurut Sarpin, menjadi keuntungan bagi masyarakat sekitar. Sebab, usaha kerajinan masyarakat banyak yang membeli. Oleh karena itu, Sarpin berharap, pandemic virus corona segera berlalu agar kunjungan wisatawan tambah meningkat.

BACA JUGA: Kabupaten Serang Zona Merah, Pantai Anyer Tetap Diserbu Wisatawan

“Memang kunjungan wisatawan itu menurun, jika dibandingkan sebelum pandemi corona. Semoga saja pandemi ini bisa segera bisa dikendalikan agar kehidupan kembali normal dan kunjungan wisatawan semakin meningkat,” harapnya.

Terpisah, Salah seorang warga Kampung Ketuh, Desa Kanekes Itoh membenarkan, kunjungan wisatawan ke Baduy meningkat, jika dibandingan masa awal pandemi virus corona. Menurut Itoh, meningkatnya kunjungan itu terlihat dari meningkatkan penjualan hasil kerajinan tangan warga Baduy.

“Saat ini terjadi peningkatan wisatawan ke Baduy. Makanya hasil penjualan kerjainan seperi tas koja, kain tenun dan lainya meningkat,” pungkasnya. (purnama)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *