Dana Hibah Pondok Pesantren di Banten Diduga Disunat

  • Whatsapp
Dana Hibah Pondok Pesantren di Banten Diduga Disunat
Kasipenkum Kejati Banten, Ivan Hebron Siahaan (dok)

KOTA SERANG, RADAR24NEWS.COM-Dana hibah untuk pondok pesantren (Ponpes) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun anggaran 2020 diduga disunat.

Dugaan tersebut terdengar oleh Gubernur Banten Wahidin Halim atau WH dan pria yang pernah menjabat Walikota Tangerang itu pun langsung melaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Bacaan Lainnya

Kasie Penerangan Hukum (Kasipenkum) pada Kejati Banten, Ivan Hebron Siahaan membenarkan, laporan dugaan pemotongan dana hibah untuk Ponpes oleh Gubernur Banten tersebut. Menurutnya, penyidik Pidana Khususatau Pidsus sudah melakukan pemanggilan pelapor dan juga penerima dana hibah tersebut

“Betul, tapi masih mengonfirmasi (memangil pelapor dan penerima dana hibah untuk diminta keterangannya),” kata Ivan kepada radar24news.com, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Bulan Puasa Stok Beras dan Daging di Tangerang Masih Terjaga

Ivan menambahkan, pihaknya baru melakukan pengumpulan data (Puldata) dan Pengumpulan Keterangan (Pulbaket) terkait dugaan adanya pemotongan dana hibah untuk Ponpes di Banten tersebut.

“Pasti (pelapor dipanggil ke Kejati),” katanya.

Berdasar informasi yang dihimpun radar24news.com, beberapa ponpes yang menerima hibah di daerah Kabupaten Serang, Lebak, Kota Serang tidak masuk ke persyaratan yang menerima hibah sejumlah Rp30 juta per pondok pesantren itu.

Pondok pesantren itu tidak penuhi syarat yang menerima dana hibah yaitu, pertama mempunyai ijin operasional, mempunyai bangunan pondok pesantren, mempunyai santri tinggal sekurangnya 15 orang santri, ada team pendidik atau kiyai, dan mengajar kitab kuning.

Saat sebelum proses klarifikasi dan pencairan dilaksanakan, yang menerima hibah dihimpun oleh pelaku yang memiliki kepentingan untuk tentukan besaran potongan dana yang akan diterimanya.

Pada pertemuan tersebut, yang menerima hibah akan memperoleh pemangkasan Rp7 juta. Tetapi sesudah dilaksanakan permufakatan, yang menerima hibah cuman memperoleh potongan Rp2 juta. (imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.