KOTA TANGSEL, RADAR24NEWS.COM–Banjir di 22 titik Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kritik tajam dari DPRD. Dengan alokasi APBD yang mencapai Rp4 triliun, Wakil Ketua DPRD Tangsel, Wanto Sugito, menyebut peristiwa ini bukan sekadar bencana alam, tapi bukti buruknya tata ruang Tangsel dan lemahnya sistem pengendalian banjir.
“Hal ini jadi indikator bahwa pengelolaan drainase, perizinan tata ruang, dan upaya mitigasi bencana belum berjalan efektif. Banjir ini harus jadi peringatan keras bagi semua pihak,” tegas Wanto, Sabtu (12/7/2025).
Banjir yang terjadi beberapa hari lalu merendam 22 titik di Tangsel, dengan ketinggian air hingga 1,3 meter. Wilayah paling parah adalah Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, yang butuh dua hari agar air benar-benar surut.
Wanto mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel segera mengevaluasi menyeluruh sistem drainase dan perizinan tata ruang, termasuk memperketat pengawasan pembangunan di daerah aliran sungai.
“Itu harus segera dilakukan, untuk mencegah banjir makin meluas,” ujarnya.
Drainase Lemah, Lahan Menyempit
Anggota Komisi IV DPRD Tangsel, Julham Firdaus, menambahkan bahwa banjir tidak semata disebabkan oleh curah hujan tinggi. Ia menemukan aliran sungai menyempit karena adanya pembangunan liar dan pendangkalan.
“Sungai tersumbat karena bangunan berdiri di lahan yang seharusnya tidak dibangun. Pemkot harus tegas menertibkan dan menormalisasi sungai,” ujarnya.
Julham juga menyoroti proyek drainase Pemkot yang tidak mempertimbangkan debit air, sehingga tak mampu menampung volume saat hujan deras.
“APBD Tangsel mencapai 4 Triliun, gunakan yang baik anggaran itu. Diantaranya untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi,” ucapnya.
Baca Juga: Setu Tangsel Dikepung Banjir, Tanggul Jebol dan Puluhan KK Terdampak
Warga Dukung Desakan DPRD
Dukungan terhadap langkah DPRD datang dari warga terdampak. Arifin (42), warga Pondok Maharta, menyambut baik desakan dewan untuk mengevaluasi tata ruang.
“Kami sudah capek kebanjiran tiap tahun. Setuju banget DPRD turun tangan. Jangan hanya bikin taman indah tapi lupa saluran air,” katanya.
Warga berharap Pemkot tidak hanya menyalahkan cuaca, tetapi serius membenahi sistem tata kota dan drainase yang tidak berpihak pada keselamatan warga.
“Kalau banjir selalu yang disalahkan hujan, tanpa ada evaluasi menyeluruh. ;akukan upaya nyata agar banjir tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Banjir di 22 titik Kota Tangsel jadi sinyal kuat bahwa penataan ruang dan pengendalian banjir harus dibenahi serius. DPRD dan masyarakat kini satu suara: Tangsel butuh solusi nyata.
Editor: Imron Rosadi







































