TANGSEL, RADAR24NEWS.COM–Banjir kembali merendam Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Air setinggi 130 sentimeter menggenangi kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut sejak Senin (7/7/2025), memaksa warga bertahan di dalam rumah atau mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, langsung turun meninjau lokasi banjir menggunakan perahu karet, Selasa (8/7). Ia menjanjikan solusi teknis seperti pembangunan 10 pintu air di sepanjang Kali Serua, penambahan pompa air, dan pembuatan tandon penampung air seluas 5.000 meter persegi di kawasan Maharta.
“Pada APBD 2025, kami telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan pompa air tambahan, serta pembangunan 10 pintu air baru di Kali Maharta,” ujar Benyamin saat mengunjungi lokasi banjir.
Namun, janji itu terasa tak cukup bagi warga yang bertahun-tahun hidup berdampingan dengan genangan banjir. Samsuri warga setempat mendesak Pemkot Tangsel untuk mengambil langkah agar kampunya tidak menjadi langganan bajir ketika hujan turun.
“Kami sudah terbiasa dengan banjir di Maharta, tapi terbiasa bukan berarti rela. Kalau hanya dikunjungi saat banjir besar, lalu janji ditinggalkan, warga bisa frustrasi,” ujar Samsuri ditemui dilokasi terpisah.
Warga Minta Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Janji
Masyarakat Pondok Maharta berharap langkah Pemkot Tangsel bukan hanya rutinitas musiman. Mereka ingin ada program jangka panjang yang benar-benar mengubah nasib kawasan langganan banjir ini.
“Tolong jangan tunggu viral dulu baru ada gerak. Kami ingin bukti, bukan sekadar rencana,” kata Nurhayati (54), warga lainnya.
Koordinasi Lintas Wilayah Lemah
Masalah banjir di Perumahan Pondok Maharta tak berdiri sendiri. Aliran air dari Bogor hingga Kali Angke memperparah limpasan. Sayangnya, hingga saat ini koordinasi antar daerah antara Tangsel, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Bogor masih lemah.
“Kalau cuma satu daerah yang kerja, enggak akan selesai. Harus ada solusi regional, bukan cuma lokal,” tegas Wildan Yusuf, pengamat tata ruang asal Kecamatan Ciputat.
Baca Juga: Ini Detik-detik Perumahan Taman Cibodas Tangerang Terendam Banjir
Masalah Lama, Solusi Belum Tuntas
Perumahan Pondok Maharta memang dikenal sebagai kawasan langganan banjir di Tangsel. Posisi geografisnya yang berada di cekungan menyebabkan air hujan sulit mengalir keluar dengan cepat. Meski Pemkot sudah menyiapkan delapan titik pompa air, Benyamin mengakui daya tampungnya belum mencukupi, terutama saat curah hujan tinggi atau kiriman air dari hulu (Bogor) datang bersamaan.
“Yang banjir itu bukan dari kali, tapi genangan air hujan yang tertahan di pemukiman. Kalau tanpa tandon dan pompa baru, akan terus terulang,” jelas Eka Priwibawa, Kepala Bidang Sumber Daya Air DSDABMBK Tangsel.
Tandon air yang direncanakan pun baru dalam tahap peninjauan lokasi. Tanah yang akan digunakan semula direncanakan sebagai lahan pembangunan gedung serbaguna warga. Namun karena tekanan kondisi, akhirnya warga setuju difungsikan sebagai tandon.
Editor: Imron Rosadi








































