TANGSEL, RADAR24NEWS.COM-Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lagi-lagi bikin gebrakan di dunia kesehatan! Kali ini lewat capaian luar biasa dalam penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC). Gak tanggung-tanggung, pengobatan TBC di Tangsel tembus angka 126 persen pada 2023 dan 124 persen di 2024. Keren gak, tuh?
Capaian ini menjadikan TBC Tangsel sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengaku optimis Tangsel bisa jadi kota bebas TBC sebelum tahun 2030, sejalan dengan target nasional dan global.
“Tahun ini, per 13 Juni 2025 saja, capaian pengobatan TBC sudah 51 persen. Kami yakin angka ini akan terus naik hingga akhir tahun,” kata Allin dalam keterangan resminya, Sabtu (28/6/2025).
TBC Tangsel: Dari 63% ke 126%
Tren positif penanganan TBC Tangsel ini dimulai sejak 2021 dengan capaian 63 persen. Kemudian meningkat ke 70 persen di tahun berikutnya. Lonjakan drastis terjadi pada 2023 dan 2024 yang masing-masing mencapai 126 dan 124 persen. Tahun ini pun diprediksi bakal makin cetar.
Dari data Dinkes Tangsel, sejak 2024 hingga pertengahan Juni 2025, tercatat ada 8.720 kasus TBC. Rinciannya, 6.205 kasus pada 2024 dan 2.515 kasus dari Januari hingga 13 Juni 2025.
Banyak Kasus? Tanda Surveilans Bekerja!
Tenang, angka yang tinggi ini bukan berarti situasi makin parah. Justru sebaliknya, kata Allin, ini jadi bukti bahwa sistem deteksi atau surveilans berjalan dengan baik.
“Semakin banyak kasus ditemukan, artinya kami berhasil menjaring pasien untuk ditangani. Tugas kami memastikan mereka menjalani pengobatan sampai tuntas,” tegas Allin.
Baca Juga: TBC Renggut 32 Nyawa di Kabupaten Lebak dalam 4 Bulan
Strategi Unik Tangsel: Dari Ngider Sehat sampai CKG
Sukses Tangsel bukan tanpa strategi. Dinkes Tangsel getol menggelar program skrining aktif seperti Ngider Sehat dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tak cuma di puskesmas, tapi juga menyasar komunitas.
Mereka juga gencar melakukan investigasi kontak erat dan memberi terapi pencegahan pada mereka yang belum menunjukkan gejala. Edukasi dan pendekatan komunitas pun digencarkan biar pasien gak putus di tengah jalan pengobatan.
“Pengobatan TBC minimal enam bulan. Kami pastikan pasien paham pentingnya pengobatan tuntas agar gak menular ke orang lain,” jelasnya.
Menuju Tangsel Bebas TBC 2030
Dengan capaian dan semangat ini, Tangsel kini jadi sorotan nasional. Bukan cuma target 2030, tapi Tangsel mungkin bisa lebih cepat mewujudkan kota bebas TBC.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, karena misi besar ini butuh gotong royong semua pihak,” pungkas Allin.
Editor: Imron Rosadi








































