KAB. SERANG, RADAR24NEWS–Insiden Pengeroyokan Wartawan dan Staf bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di PT Genesis Regeneration Smelting (GRS), Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang pada 21 Agustus 2025 lalu, membuka tabir baru. Ternyata Kepala Desa Cemplang, Agus Tani, hadir di lokasi kejadian, tapi mengaku tidak menyangka ada pengeroyokan.
“Saya memang berada di lokasi, tapi di samping gedung PT GRS. Saya tidak tahu ada pengeroyokan dan sama sekali tidak menginginkan kejadian ini,” jelas Agus Tani di Mapolres Serang, Selasa (26/8/2025).
Minta Maaf ke Korban
Agus Tani langsung meminta maaf kepada korban, termasuk staf humas KLH dan wartawan yang mengalami pengeroyokan.
“Saya minta maaf kepada korban. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Agus.
Baca Juga: Pengeroyokan Wartawan Serang di PT GRS, Polisi Seret 5 Orang ke Penjara
Tersangka Diserahkan ke Polisi
Lima orang pelaku sudah ditangkap. Agus menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian.
“Kelima tersangka kini ditangani polisi. Semua urusan hukum saya serahkan ke mereka,” kata Agus.
Keamanan Wartawan Jadi Sorotan
Warga dan pihak terkait menekankan pentingnya menjaga keamanan wartawan dan humas, supaya mereka bisa bekerja tanpa takut insiden seperti ini terjadi lagi.
“Kita semua harus saling bertanggung jawab agar kejadian ini tidak terulang,” ujar salah satu warga.
Pelajaran dari Pengeroyokan Wartawan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa Pengeroyokan Wartawan PT GRS bukan hanya masalah individu, tapi tantangan bagi keselamatan media, pengawasan masyarakat, dan peran aparat penegak hukum. Dengan koordinasi semua pihak, insiden serupa bisa dicegah.
Editor: Imron Rosadi








































