KAB. SERANG, RADAR24NEWS.COM– Dugaan penurunan mutu beras bikin geger! PT Padi Indonesia Maju, yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Wilmar, Kramatwatu, Serang, Banten, kini tengah diawasi ketat oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri. Perusahaan ini kedapatan memproduksi beras dengan standar mutu yang tidak konsisten.
Brigjen Helfi Assegaf selaku Kepala Satgas Pangan Polri memimpin rekonstruksi lapangan guna mengecek proses produksi di pabrik berkapasitas 300 ton per hari tersebut.
“Mesin produksinya canggih, otomatis semua. Tapi pengawasan mutunya belum maksimal. Uji sampling seharusnya dilakukan dua jam sekali, tapi kenyataannya cuma satu-dua kali,” tegas Helfi berdasarkan keterangan tertulisnya, Kamis (7/8/2025).
Sistem otomatis bukan jaminan mutu. Faktanya, masih ditemukan sisa menir (pecahan beras kecil) dalam beras yang sudah dikemas dan diberi label premium. Hal ini bikin publik bertanya-tanya soal kualitas beras dari PT Padi Indonesia Maju.
Temuan Satgas: Sisa Menir & Bobot Berlebih di Karung Beras

Ini Temuan Satgas:
- QC hanya lakukan 1–2 kali uji sampel, seharusnya tiap 2 jam
- Masih ada menir di dalam beras kemasan premium
- Berat karung 25 kg malah ditambah 200 gram
- Dari 22 petugas QC, hanya 1 orang bersertifikasi
- 3 orang terkait kasus ini sedang diproses hukum
“Kondisi ini menunjukkan lemahnya manajemen kontrol mutu. Sertifikasi QC wajib segera diperbanyak agar standar nasional pangan bisa dijaga,” lanjut Helfi.
Meskipun operasional tetap berjalan, pengawasan beras di PT Padi Indonesia Maju jadi sinyal penting buat semua produsen beras nasional. Kualitas dan keamanan pangan harus jadi prioritas, apalagi di tengah ketergantungan masyarakat pada komoditas ini.
Baca terus Radar24news.com buat update terbarunya ya!
Redaktur: Imron Rosadi








































