LEBAK, RADAR24NEWS–Kabar duka menyelimuti Kampung Cibungur, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Nurlaela (50), TKI asal Lebak meninggal di Suriah setelah enam bulan bekerja sebagai pekerja rumah tangga di negara yang tengah berkonflik tersebut.
Namun, di balik kepergian Nurlaela, tersimpan cerita pahit yang membuat keluarganya terpukul dua kali.
TKI Asal Lebak Meninggal di Suriah Berangkat Lewat Jalur Ilegal
Menurut penuturan anaknya, Siti Robiah, sang ibu berangkat ke Suriah pada Desember 2024. Bukan melalui jalur resmi pemerintah, melainkan lewat seorang sponsor asal Kecamatan Cimarga yang disebut-sebut memiliki koneksi dengan agen penyalur tenaga kerja.
“Yang ngasih kabar dari agency. Katanya ibu meninggal karena sakit. Tapi kami nggak tahu persis sakit apa. Mereka cuma bilang tidak bisa dipulangkan karena terkena virus,” tutur Robiah dengan mata berkaca-kaca, Kamis (14/8/2025).
Robiah mengaku, sang ibu dimakamkan di Suriah pada 23 Juli 2025—hampir 20 hari setelah wafat. “Cuma dikasih Rp1,5 juta, katanya nggak ada uang lagi. Padahal di perjanjian ada asuransi cair setelah 40 hari, tapi nyatanya tidak ada,” ucapnya kesal.
Janji Tinggal Janji
Agen penyalur yang memberangkatkan Nurlaela disebut bernama Nadia Sibli. Namun, menurut keluarga, tidak ada tanggung jawab penuh yang diberikan setelah Nurlaela meninggal dunia. Tidak ada santunan, tidak ada kejelasan soal asuransi, dan informasi yang diberikan pun minim.
“Sejak awal saya udah khawatir. Tapi ibu tetap mau berangkat demi bantu ekonomi keluarga,” ungkap Robiah lirih.
Pemerintah Daerah Kaget
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak, Rully Chaeruliyanto, saat dikonfirmasi, mengaku belum mendapat laporan resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait kematian TKI asal Lebak di Suriah.
“Nama Nurlaela tidak ada di daftar keberangkatan resmi. Biasanya kalau TKI meninggal, pemerintah pusat memberi kabar ke daerah. Untuk kasus ini, belum ada komunikasi,” jelas Rully.
Ia menyarankan pihak keluarga segera melapor ke Disnaker agar pemerintah daerah bisa menelusuri kasus ini. “Kita tidak tahu kabar keberangkatannya maupun kabar dukanya kalau keluarga tidak lapor,” tegasnya.
Potret Risiko TKI Ilegal
Kisah Nurlaela menjadi pengingat pahit bagi banyak warga yang tergiur bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi. Meski iming-iming gaji besar sering kali memikat, risiko yang mengintai jauh lebih besar, mulai dari eksploitasi hingga ketiadaan perlindungan hukum ketika terjadi musibah.
Bagi keluarga Nurlaela, kehilangan ini bukan hanya luka karena kematian, tapi juga karena rasa ketidakadilan yang masih membekas. “Yang kami mau cuma kejelasan, dan janji yang ditepati,” tutup Robiah.
Baca terus Radar24news.com buat update terbarunya ya!
Editor: Imron Rosadi








































