LEBAK, RADAR24NEWS.COM–Data terbaru bikin geleng-geleng kepala. Kemiskinan di Kabupaten Lebak tercatat sebagai nomor dua tertinggi se-Banten, tepat di bawah Kabupaten Pandeglang.
Padahal sebelumnya Pemkab Lebak mengklaim angka kemiskinan menurun. Tapi faktanya? Beda cerita.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten 2025 menunjukkan, tingkat kemiskinan di Lebak tahun 2024 mencapai 8,4 persen, setara dengan 111,71 ribu jiwa. Hanya kalah dari Pandeglang yang menyentuh 9,18 persen.
Mahasiswa: “Ini Alarm Keras Buat Pemkab!”

Aktivis mahasiswa Universitas Pamulang asal Lebak, Fadil Ramdani, menyayangkan kondisi ini. Ia menilai Pemkab terlalu sering jual narasi optimistis, tapi belum terasa nyata di lapangan.
“Ini bukan sekadar angka statistik, tapi realitas ribuan warga yang masih hidup dalam keterbatasan. Jangan hanya paparan slide, tapi action-nya juga harus jelas,” tegas Fadil, Rabu (6/8/2025).
“Kami minta transparansi data, program, dan evaluasi anggaran. Mahasiswa siap mengawal,” tambahnya.
DPRD Lebak: APBD 2026 Harus Fokus!
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Lebak, Yayan Riswan, pun angkat suara. Ia mendorong agar anggaran tahun 2026 benar-benar fokus pada pengentasan kemiskinan, terutama di lima kecamatan yang masuk kategori miskin ekstrem.
“Kami kaget angka kemiskinan masih tinggi. Padahal Pemkab sempat memaparkan sebaliknya. Ini harus jadi atensi serius,” ucap Yayan.
“Saya pastikan di Banggar (Badan Anggaran DPRD Lebak), kami akan lebih ketat mengecek program yang benar-benar menyentuh warga miskin,” tegasnya.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Kabupaten Tangerang 2025 Jadi Sorotan DPRD
Lima Kecamatan dengan Kemiskinan Ekstrem
Menurut Kementerian Koordinator PMK, lima kecamatan di Lebak dengan angka kemiskinan ekstrem tertinggi adalah:
- Leuwidamar
- Cimarga
- Banjarsari
- Malingping
- Wanasalam
Totalnya? Lebih dari 7.376 keluarga. Sementara Bayah dan Lebakgedong tercatat sebagai wilayah dengan angka miskin ekstrem paling rendah.
Strategi Pemkab Lebak
Sekretaris Bapperida Lebak, Widy Ferdian, menyebut ada tiga strategi utama yang sedang dilakukan:
- Mengurangi beban pengeluaran: bantuan sosial, subsidi kesehatan & pendidikan
- Meningkatkan pendapatan: pelatihan kerja, pemberdayaan masyarakat, peningkatan hasil tani
- Menghapus kantong kemiskinan: akses rumah layak huni, irigasi, pendidikan & pangan mandiri
“Tahun 2020–2021 memang ada lonjakan karena pandemi. Tapi kami terus berinovasi agar angka ini menurun,” katanya.
FAQ – Pertanyaan Seputar Kemiskinan di Kabupaten Lebak

**Berapa tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak saat ini?
Menurut BPS Provinsi Banten 2025, tingkat kemiskinan di Lebak pada 2024 mencapai 8,4 persen.
**Apa penyebab utama angka kemiskinan masih tinggi?
Faktor ekonomi pascapandemi, akses pendidikan dan pekerjaan, serta pemerataan bantuan sosial yang belum optimal.
**Kecamatan mana saja yang paling terdampak?
Leuwidamar, Cimarga, Banjarsari, Malingping, dan Wanasalam.
**Apa langkah DPRD Lebak menanggapi ini?
DPRD mendesak agar APBD 2026 difokuskan untuk program nyata penanggulangan kemiskinan.
**Apa peran mahasiswa dalam isu ini?
Aktivis mahasiswa mendorong transparansi anggaran dan siap mengawal implementasi kebijakan.
Baca terus Radar24news.com buat update terbarunya ya!








































