LEBAK, RADAR24NEWS.COM–Taman Salahaur Lebak yang dulunya jadi tempat favorit warga buat piknik dan ajak anak main, kini malah jadi sorotan karena rusak parah. Ayunan copot, kursi berkarat, dan fasilitas lain dibiarkan terbengkalai. Warga pun bertanya-tanya: DLH Lebak ke mana aja?
Taman ini berada di pusat Kota Rangkasbitung, tepatnya di Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Harusnya jadi ruang publik yang aman dan ramah anak, tapi sekarang malah bikin khawatir.
Anak-Anak Nggak Bisa Main Lagi

Leni Marlina (33), warga sekitar yang punya dua anak kecil, mengaku kecewa berat. Biasanya, tiap sore dia rutin ajak anaknya main ke taman ini. Tapi sekarang? Boro-boro bisa main, baru duduk aja udah was-was.
“Anak saya suka banget ayunan di sini, tapi sekarang udah copot. Kursinya juga tajam, takut kena karat. Sayang banget, padahal ini taman satu-satunya yang deket dari rumah,” ujar Leni saat ditemui, Senin (4/8/2025).
Fasilitas Rusak dan Berbahaya
Pantauan radar24news.com, kondisi taman memang memprihatinkan. Kursi-kursi taman banyak yang retak, berkarat, dan bahkan ada yang patah. Ayunan untuk anak-anak rusak, beberapa bahkan nggak punya dudukan. Beberapa bagian lantai taman juga tampak pecah dan bisa bikin orang terpeleset.
Aktivis Lingkungan Angkat Bicara
Chandra, aktivis lingkungan sekaligus alumni Mapala Kumbila USB Rangkasbitung, menyebut kondisi Taman Salahaur sebagai bukti lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap ruang terbuka hijau.
“Sangat disayangkan, taman yang bisa jadi simbol peradaban kota malah terbengkalai. DLH Lebak seolah tutup mata,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan ini bukan cuma soal estetika, tapi juga citra kota dan kualitas hidup warga.
“Taman bukan sekadar tempat main, tapi juga ruang sosial dan edukatif bagi anak-anak. Kalau dibiarkan rusak, efeknya bisa ke mana-mana,” tegas Chandra.
Harapan Warga: Bukan Tambal Sulam Lagi!
Ilham Maulana Raisa, warga dan aktivis mahasiswa, berharap DLH Lebak tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi merancang sistem pemeliharaan berkelanjutan.
“Kalau bisa, ada tim khusus yang rutin patroli dan periksa fasilitas taman. Ini soal pelayanan publik, bukan sekadar proyek sekali jadi,” ujar Ilham.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih berusaha konfirmasi kepada DLH Kabupaten Lebak.
Kesimpulan
Taman Salahaur Lebak kini kehilangan pesonanya. Dari tempat hiburan keluarga berubah jadi lokasi berbahaya. Warga berharap DLH Lebak segera turun tangan, bukan cuma perbaiki fisik taman, tapi juga benahi sistem pengelolaannya.
Follow terus Radar24news.com buat update terbarunya ya!
Editor: Imron Rosadi








































