LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Drama baru kembali muncul di jagat pelayanan publik Kabupaten Lebak. Kali ini, bukan sinetron, tapi dugaan pungutan liar (pungli) di beberapa puskesmas yang diduga melibatkan oknum misterius yang mengaku-ngaku utusan Bupati Lebak.
Bukan cuma warga yang bingung, Bupati Mochamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya pun dibuat geleng-geleng kepala dengan aksi nekat ini.
“Kalau ada yang ngaku-ngaku bawa nama saya atau Pemkab Lebak untuk minta uang ke puskesmas, tolong bilangin,” ucap Hasbi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Endang Komarudin saat rapat, Selasa (24/6/2025).
Bupati Lebak: Saya Gak Pernah Nyuruh!
Bupati Hasbi menegaskan, dirinya tidak pernah sekalipun memberi instruksi kepada siapapun. Baik staf, sahabat, atau sekadar kenalan Facebook, untuk melakukan pungli di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas.
Ia juga meminta agar seluruh kepala puskesmas di Lebak waspada terhadap oknum yang berkedok “rumah aspirasi” atau titipan pejabat.
“Kalau ada yang sok-sokan pakai nama saya, langsung lapor ke Plt Kadinkes, nanti Kadinkes yang lapor ke saya. Jangan main diam-diam!” katanya.
Baca Juga: Plot Twist! Laporan Ular Bohong, Damkar Tangsel Jadi Korban Prank Pinjol
Bupati Lebak Tidak Main-main
Hasbi pun tidak ingin kasus ini hanya menjadi gosip angin lalu. Ia meminta laporan resmi jika ada indikasi penyalahgunaan nama atau jabatan. Karena, katanya, “Dia tidak mau dikibuli oknum bermodus aspirasi.”
Jangan Asal Ngaku Bawa Nama Bupati
Kalau kamu atau siapa pun melihat praktik pungli, apalagi dengan embel-embel “ini titipan bupati”, catat, dokumentasikan, laporkan. Karena Bupati Lebak sudah tegas.
“Saya gak pernah main begitu-begituan,” tegasnya.
Plt Kadinkes Lebak Siap Laksanakan Perintah
Menanggapi perintah sang bupati, Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Endang Komarudin, memastikan akan mengejar pelaku pungli bak tim khusus drama Korea.
“Arahan Pak Bupati sudah jelas. Kita akan perketat pengawasan. Ini puskesmas, bukan ATM jalanan. Jangan harap pungli bisa lolos!” tegas Endang.
Kenapa Ini Penting?
Karena puskesmas adalah benteng pertahanan rakyat dari flu, demam, hingga patah hati—eh, maksudnya penyakit serius. Kalau tempat layanan kesehatan dicemari oleh pungli, maka integritas pelayanan jadi taruhannya. Dan kalau pelayanan rusak, siapa yang rugi? Kita semua.
Editor: Imron Rosadi








































