KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS – Jalanan licin akibat hujan kembali memakan korban. Seorang pengendara motor tewas mengenaskan setelah mengalami kecelakaan di depan Mall Balekota Tangerang, Selasa (19/8/2025) pagi.
Tubuh korban yang masih mengenakan jas hujan biru tua tergeletak kaku di tengah Jalan Jenderal Sudirman. Darah menggenang di sekitarnya, membuat suasana di depan pusat perbelanjaan itu berubah mencekam. Para pengendara yang melintas tak kuasa menoleh, sebagian berhenti sejenak, sebagian lain memperlambat laju kendaraan dengan wajah ngeri.
Evakuasi Dramatis di Tengah Hujan
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi cuaca yang masih diguyur hujan. Petugas Satlantas Polres Metro Tangerang Kota segera mengevakuasi jasad korban. Namun, identitasnya hingga kini masih belum diketahui.
“Hari ini sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman Km 10, tepat di depan Mall Balekota Tangerang, terjadi kecelakaan lalu lintas. Korban diduga meninggal di lokasi sebelum mendapat pertolongan medis,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Noptah Histaris Suzan.
Baca Juga: Tangcity Mall Hadirkan Hutan Kuliner di Tengah Kota! Ada Cimol Viral sampai Tong Setan
Jalan Licin Jadi Ancaman
Polisi menduga, hujan yang mengguyur di tengah musim kemarau membuat jalan licin sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Kondisi itu pula yang diduga menjadi faktor utama insiden maut ini.
“Musim hujan lokal seperti ini memang berbahaya. Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, nyalakan lampu kendaraan, gunakan perlengkapan keselamatan, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima,” lanjut Noptah.
Duka di Tengah Kesibukan Kota
Lokasi kecelakaan yang berada di depan Mall Balekota Tangerang, salah satu titik ramai di jantung Kota Tangerang, menjadikan insiden ini semakin menyita perhatian publik. Lalu lintas sempat tersendat beberapa waktu, hingga akhirnya normal kembali setelah evakuasi selesai.
Kematian mendadak korban menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan di jalan raya bukan hal sepele. Di balik deru kendaraan dan hiruk pikuk kota, ada keluarga yang mungkin sedang menunggu kepulangan seseorang—yang hari itu, tak pernah kembali.
Editor: Imron Rosadi








































