KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang pada Sabtu (28/6/2025) malam, mengubah ketenangan warga Perumahan Taman Cibodas, Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, menjadi kepanikan. Sekitar pukul 21.30 WIB, air dari Kali Sabi meluap dan mulai merembes masuk ke rumah-rumah warga. Dalam waktu kurang dari satu jam, genangan air mencapai mata kaki dan terus naik.
“Saya lagi nonton TV, tiba-tiba istri teriak dari dapur air udah masuk. Enggak nyangka secepat itu naiknya,” kata Rudi Hartono (45), warga Blok D7 yang rumahnya hanya berjarak belasan meter dari bantaran Kali Sabi.
Menurut Rudi, ini bukan banjir pertama. Tapi malam itu berbeda. Tembok belakang rumah tetangganya yang berada tepat di bantaran sungai jebol dihantam arus deras.
“Dinding rumah Pak Hendra ambrol. Air langsung nyembur ke jalan kompleks. Kami langsung panik, angkat barang ke tempat tinggi. Anak-anak saya bawa ke lantai dua,” ucap Rudi sambil menunjuk bekas garis air di tembok rumahnya.
Warga Menyelamatkan Diri di Tengah Hujan Deras
Salah satu warga, Sri Lestari (37), bercerita bagaimana ia harus menggendong bayinya sambil mengevakuasi dokumen penting ke lantai atas rumahnya.
“Air cepat banget naiknya. Saya basah kuyup bawa anak ke atas, sementara suami bantu tetangga angkat motor,” katanya dengan suara bergetar.
Sri mengaku trauma karena tahun lalu rumahnya sempat terendam setinggi dada. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang karena bisa berdampak pada kesehatan anak-anak dan aktivitas harian.
“Kami cuma ingin rumah kami aman. Harapannya, tembok yang jebol cepat diperbaiki dan ada solusi permanen, jangan cuma pas banjir saja ramai,” ucapnya.
Baca Juga: Perumahan Aster Cibodas Bersih-Bersih, Bangunan Liar Kena Sikat Satpol PP
Warga Butuh Solusi Jangka Panjang
Pagi harinya, genangan sudah mulai surut berkat kerja cepat petugas dan bantuan pompa. Namun sisa lumpur dan bau dari air banjir masih terasa di setiap sudut jalan kompleks.
Deni Maulana (29), relawan dari RT setempat, menyebutkan warga secara gotong royong membersihkan sisa banjir sambil menyiapkan laporan untuk bantuan logistik.
“Kami butuh bantuan cepat, apalagi beberapa rumah dapurnya rusak. Pompa dan kisdam memang sangat membantu, tapi tetap saja kami butuh solusi jangka panjang dari pemerintah,” katanya.
Puluhan Karung Kisdam Dipasang
Sementara itu, puluhan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang datang membawa karung-karung kisdam.
“Total ada 400 karung kisdam kami kerahkan untuk menahan luapan air Kali Sabi. Ini langkah darurat agar air tidak makin masuk ke permukiman,” ujar Iwan Nursyamsu, Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang.
Selain kisdam, dua unit pompa portabel langsung difungsikan untuk mempercepat penyedotan air. Koordinasi dengan BPBD juga dilakukan agar petugas bersiaga semalaman di titik-titik rawan genangan.
Banjir di Perumahan Taman Cibodas kembali menjadi alarm penting bahwa wilayah bantaran Kali Sabi rentan terdampak luapan air. Meski langkah cepat seperti kisdam dan pompa telah dilakukan, warga butuh solusi jangka panjang. Peningkatan infrastruktur, peringatan dini, dan tanggul permanen menjadi harapan utama warga agar tak lagi dihantui ancaman banjir tiap musim hujan datang.
Editor: Imron Rosadi







































