KAB. TANGERANG, RADAR24NEWS – Suasana duka masih terasa di Perumahan Puri Bidara, Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Rumah sederhana milik Abdul Ghofur dan istrinya, Alfi, dipenuhi karangan bunga dan pelukan tetangga. Putra mereka, ALF (16), pelajar SMKN 14 Kabupaten Tangerang, meninggal dunia setelah dirawat intensif di RSAL dr. Mintohardjo Jakarta.
Kepergian ALF menyisakan luka mendalam. Bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi teman-teman sekolah yang mengenalnya sebagai remaja santun dan aktif di kelas.
Kronologis Pelajar SMKN 14 Kabupaten Tangerang meninggal usai demo Jakarta
Hari itu, Kamis (28/8/2025), ALF berpamitan untuk berangkat sekolah. Namun belakangan, ia justru ikut rombongan menuju Jakarta. Menurut warga sekitar, meski orang tuanya sudah menasihati agar tidak ikut-ikutan aksi, ada pihak yang menjemput dan mengajaknya ke lokasi demonstrasi di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
“Orang tuanya jelas sudah melarang. Tapi anak ini tetap berangkat, ada yang jemput. Akhirnya ikut ke Jakarta,” ujar seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (2/8/2025).
Di tengah kericuhan aksi, ALF diduga menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal. Hantaman di bagian kepala membuatnya kritis hingga harus dirawat di ruang ICU. Setelah tiga hari berjuang, ia menghembuskan napas terakhir pada Senin (1/9/2025).
Tangisan di Rumah Duka
Senin malam, rumah duka dipenuhi kerabat, tetangga, hingga pejabat daerah. Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, datang bersama sejumlah anggota dewan lintas fraksi. Doa bersama digelar, air mata pun pecah ketika nama ALF disebut dalam tahlil.
“Duka ini adalah duka kita bersama. Semoga almarhum diterima di sisi Allah, dan keluarga diberi kekuatan,” ucap Amud.
Bagi teman-teman sekolahnya, kehilangan ALF bukan hal mudah. “Dia anak yang baik, suka bercanda. Rasanya masih nggak percaya,” kata Rian, salah satu sahabat dekat almarhum.
Baca Juga: Tragedi Aksi Demo di Bandung: Ilham Renal, Mahasiswa UPI Ditusuk OTK
Polisi dan Pemda Angkat Bicara
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada, membenarkan kabar bahwa ALF merupakan korban dalam aksi yang berujung ricuh di Jakarta. Meskipun anaknya menjadi korban, keluargnya tak menempuh jalur hukum.
“Keluarga sudah menyampaikan ikhlas. Kami turut berduka atas peristiwa ini,” jelas Indra.
Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi putra-putrinya. “Anak-anak kita jangan sampai terbawa arus isu yang tidak mereka pahami. Keselamatan jauh lebih penting,” ujarnya.
Pelajaran untuk Generasi Muda
Kepergian ALF memberi pesan besar: bahwa semangat muda harus diarahkan ke jalan yang benar. Bagi sebagian pelajar, ikut aksi mungkin terlihat heroik, namun risiko nyawa tidak sepadan dengan apa yang mereka pahami.
“Jangan ada lagi korban jiwa dari kalangan pelajar. Kita semua harus belajar dari kasus ini,” tutur M. Nur Rojab, anggota DPRD yang juga hadir dalam takziah.
Tanya Jawab Seputar Kasus ALF
1. Siapa pelajar SMKN 14 Kabupaten Tangerang yang meninggal usai demo Jakarta?
Korban adalah ALF (16), warga Tigaraksa yang duduk di bangku kelas X SMKN 14 Kabupaten Tangerang.
2. Apa penyebab ALF meninggal dunia?
Ia mengalami luka serius di bagian kepala yang diduga akibat pukulan benda tumpul saat unjuk rasa di Slipi, Jakarta Barat.
3. Apakah keluarga menuntut kasus ini secara hukum?
Tidak. Keluarga menyatakan ikhlas dan memilih tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.
4. Bagaimana respons pemerintah daerah?
Pemkab Tangerang menyampaikan belasungkawa dan mengimbau agar pelajar tidak mudah terprovokasi mengikuti aksi yang berisiko.





































