KAB. TANGERANG, RADAR24NEWS – Pernah kesel gak sih lihat jalanan baru diaspal tapi cepet banget rusaknya? Nah, ternyata salah satu biang keroknya adalah truk ODOL (Over Dimensi Over Loading). Gak cuma bikin macet, truk-truk ini juga “makan” uang rakyat alias anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) lho!
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah, Kamis, 28 Agustus 2025.
“Truk dengan muatan yang lewat batas (lebih dari 8 ton, kadang sampai 12 ton!) itu bikin jalanan cepet rusak,” ujar Iwan, Kamis (28/8/2025).
Jalanan Baru 7 Bulan, Eh Sudah Rusak Dini? Ini Penjelasannya!
Iwan juga menegaskan kalau truk ODOL itu gak cuma merugikan secara finansial, tapi juga dikeluhkan masyarakat karena membuat macet jalan. Duh, ngeri!
“Banyaknya truk ODOL yang melintas di jalan Kabupaten Tangerang ini menambah beban APBD, baik untuk pemeliharaan maupun perbaikan,” kata Iwan
Padahal, jalan-jalan milik Pemkab Tangerang itu masuk kategori Kelas IIIC. Artinya, cuma boleh dilalui kendaraan dengan muatan sumbu terberat maksimal 8 ton. Kalau lebih dari itu? Siap-siap aja jalanan cuma bisa bertahan 7 bulan, padahal seharusnya bisa lebih panjang umurnya.
“Jika kendaraan yang melintas sesuai dengan kelas jalan, tentu kondisi jalan tidak cepat rusak. Tapi karena banyak truk ODOL yang melintas, jalan hanya bertahan lima bulan dan kembali rusak,” tutur Iwan.
Kenapa Sih Truk ODOL Bikin Jalan Cepat Rusak?
Secara teknis, truk ODOL ini punya beban yang jauh melebihi kapasitas desain jalan. Beban yang terlalu berat itu meningkatkan daya rusak kendaraan (Vehicle Damage Factor/VDF) terhadap jalan.
“Bayangin aja, jalan itu didesain buat nahan beban tertentu. Kalau bebannya double atau triple, ya pasti jebol,” tutup Iwan.
Ini Kata Warga Solear Tangerang
Herman Setiawan (37), warga Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, mengeluhkan maraknya truk ODOL yang melintas ke jalan Cisoka. Sebab, truk ODOL kerap membuat macet yang bikin aktivitas ekonomi masyarakat tergangu.
“Belum lagi risiko kecelakaan,” tegasnya.
Jadi, intinya, truk ODOL di Kabupaten Tangerang ini adalah masalah serius yang butuh perhatian bareng.
“Semoga ada tindakan tegas dari pemerintah dan kesadaran dari para pengusaha agar jalanan kita awet dan aman ya,” pungkas Herman.
Editor: Imron Rosadi




































