KAB. TANGERANG, RADAR24NEWS.COM–Sebuah video yang menampilkan truk sampah Pemkab Tangerang dengan kondisi nyaris rongsok bikin heboh dunia maya. Dalam rekaman berdurasi 33 detik itu, terlihat pintu truk sudah lepas sambungan, kaca retak tak karuan, dan bodi truk penuh tambalan ala kadarnya.
Video diunggah ke YouTube dan TikTok oleh Arifin, sang sopir truk, yang sambil merekam memberikan narasi campuran bahasa Sunda dan bahasa Indonesia.
“Aduh iye lawang (Ini pintu-red) Masyaallah… egeus potong (Sudah pada copot). Kaca geus teu nyambung (kaca udah gak nyambung). Haduh, Masyaallah, deleu kos kieu (lihat kayak gini),” ucap Arifin dalam video itu.
Dipanggil DLHK, Truk Langsung Diganti
Arifin mengaku usai videonya viral, ia langsung dipanggil pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang.
Beruntung, responsnya kilat. Mobil tuanya ditarik dan langsung diganti dengan armada yang lebih layak.
“Alhamdulillah cepat ditindaklanjuti. Mobilnya langsung diganti, terima kasih untuk DLHK Kabupaten Tangerang,” kata Arifin, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga: Mau Uji Emisi Gratis? DLHK Kabupaten Tangerang Sudah Siapkan Lokasi, Ini Tempatnya Bro!
Netizen Auto Ngomel + Ngakak
Tak butuh waktu lama, kolom komentar video ini penuh reaksi warganet. Ada yang kesal, ada juga yang malah bikin humor.
- @ridoverflow: “Kirain mobil zombie apocalypse, ternyata truk sampah Pemkab 😂”
- @bantenkuupdate: “Miris sih, itu nyawa sopir juga yang dipertaruhkan.”
- @sampahpedia: “Setidaknya truknya konsisten sama isinya: sama-sama sampah. Eh… 😅”
- @agustangerang: “Bagus sopirnya speak up, kalau enggak mungkin nggak akan diganti tuh.”
Fakta Singkat Truk Sampah Pemkab Tangerang Viral
Lokasi kejadian: Kabupaten Tangerang, Banten
- Plat nomor: B 9606 CQ
- Kondisi: Pintu copot, kaca retak, bodi rusak parah
- Dampak viral: Dapat armada baru dari DLHK
Kasus ini bikin banyak orang sadar bahwa kendaraan operasional publik harus dalam kondisi layak, demi keselamatan petugas dan kelancaran layanan.
Baca terus Radar24news.com buat update terbarunya ya!
Editor: Imron Rosadi




































