KAB TANGERANG, RADAR24NEWS.COM—Suara alat berat menggema di sepanjang bantaran Sungai Cidurian, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Debu mengepul, bangunan semi permanen roboh satu per satu. Namun, di balik reruntuhan itu, tersimpan kisah tentang pengorbanan, harapan, dan kesadaran warga akan masa depan pertanian dan lingkungan.
Sebanyak 194 bangunan liar yang berdiri di sepanjang sungai dibongkar pemerintah. Camat Sindang Jaya, Galih Prakosa, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari program nasional bersama BBWS Cidanau Ciujung Cidurian untuk menormalisasi saluran irigasi demi ketahanan pangan.
“Bangunan ini tersebar di tiga desa: Sindang Panon, Sukaharja, dan Sindang Jaya. Rata-rata sudah bertahun-tahun berdiri tanpa izin. Tapi penertiban ini penting agar aliran air ke lahan pertanian bisa lancar kembali,” kata Galih, Rabu (23/7/2025).
Menuju Sindang Jaya yang Lebih Baik
Langkah penertiban ini menjadi titik balik penting bagi Kecamatan Sindang Jaya. Pemerintah berjanji akan terus melibatkan warga dalam proses pembangunan, terutama dalam menentukan solusi pascapenertiban.
“Kami tidak ingin hanya sekadar membongkar. Tapi juga membangun kembali, terutama semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan di Sindang Jaya,” tegas Galih.
Menata Ulang Sungai, Menyambung Hidup
Menurut Galih, pembongkaran ini juga bagian dari upaya jangka panjang untuk mencegah banjir yang kerap melanda dua perumahan di sekitar sungai. Bangunan liar dianggap sebagai salah satu penyebab penyempitan aliran sungai.
“Selama ini, air sering meluap karena bantaran sungai sempit dan tertutup bangunan. Normalisasi ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Warga Rela Demi Masa Depan Pertanian
Di antara para pemilik bangunan, Samsuri (48), warga Desa Sindang Jaya, tampak duduk di depan sisa puing bangunan warung kecilnya yang kini rata dengan tanah. Ia mengaku sudah 8 tahun berdagang di sana. Meski berat hati, ia ikhlas bangunannya dibongkar.
“Sedih, iya. Tapi kalau ini demi saluran air lancar dan sawah-sawah bisa panen bagus, ya saya relakan. Jangan sampai anak-anak nanti susah makan gara-gara kita yang egois,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Samsuri mengatakan, sebelumnya ia sempat diajak rapat oleh pihak kecamatan dan diberi waktu untuk mengosongkan lokasi. Ia juga berharap pemerintah tidak lepas tangan dan bisa membantu mencarikan solusi bagi warga terdampak.
“Minimal ada relokasi atau bantuan usaha, supaya kami bisa tetap bertahan hidup. Banyak yang bergantung sama warung-warung kecil ini,” ujarnya.
Samsuri berharap langkah ini membawa perubahan nyata.
“Kalau nanti sawah bisa panen bagus, ya alhamdulillah. Berarti kami yang korban warung, nggak sia-sia,” ucapnya, tersenyum tipis.
FAQ: Seputar Sindang Jaya
Q: Sindang Jaya itu di mana?
A: Sindang Jaya adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Q: Apa saja desa yang ada di Kecamatan Sindang Jaya?
A: Beberapa desa di Sindang Jaya antara lain: Sindang Jaya, Sindang Panon, Sukaharja, dan Ranca Iyuh.
Q: Apa yang membuat Sindang Jaya dikenal?
A: Sindang Jaya dikenal karena kawasan pertanian dan pemukimannya yang terus berkembang, serta menjadi salah satu lokasi strategis di wilayah Tangerang Barat.
Q: Apa program pemerintah terbaru di Sindang Jaya?
A: Salah satunya adalah penertiban bangunan liar di bantaran Sungai Cidurian untuk normalisasi irigasi pertanian demi mendukung ketahanan pangan.
Q: Apakah Sindang Jaya rawan banjir?
A: Ya, beberapa wilayah di Sindang Jaya kerap terdampak banjir karena penyempitan sungai dan kurang optimalnya drainase.
Q: Apa saja potensi ekonomi di Sindang Jaya?
A: Pertanian, usaha mikro seperti kios dan warung, serta properti dan perumahan yang berkembang pesat menjadi potensi ekonomi di wilayah ini.
Q: Apakah ada rencana relokasi bagi warga terdampak pembongkaran di Sindang Jaya?
A: Belum ada pernyataan resmi soal relokasi, namun warga berharap ada solusi pasca-penertiban dari pemerintah setempa
Editor: Imron Rosadi




































