KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Belanja barang pemerintah sekarang gak cuma urusan klik-beli. Dengan hadirnya e-Katalog Versi 6, pemerintah benar-benar membuka pintu lebar bagi UMKM lokal buat unjuk gigi di level yang lebih tinggi.
Lewat acara Bimtek (Bimbingan Teknis) dan sosialisasi Perpres 46 Tahun 2025, Wakil Bupati Tangerang, Intan, menyerukan pentingnya dukungan pada produk dalam negeri dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa.
“Dukung produk lokal dalam pengadaan barang/jasa harus jadi prioritas. Bukan cuma buat efisiensi, tapi juga untuk naikkan daya saing UMKM kita,” tegas Intan, Kamis (19/6/2025).
e-Katalog Versi 6: Lebih dari Sekadar Platform Digital
Kalau dulu e-katalog sekadar tempat list produk pemerintah, sekarang Versi 6 hadir dengan semangat baru: dorong ekonomi daerah lewat belanja yang berdampak. Melalui fitur-fitur baru yang lebih interaktif dan terhubung langsung dengan penyedia lokal, e-Katalog ini diklaim akan mempercepat proses pengadaan dan memperbesar peluang pelaku usaha lokal tampil di panggung utama.
Intan juga menyoroti pentingnya peran PA, KPA, dan PPK dalam memilih produk lokal, terutama milik UMKM Kabupaten Tangerang yang inovatif dan punya daya saing.
Perpres 46 Tahun 2025: Momentum Emas untuk UMKM
Dalam Perpres terbaru ini, fokus bukan lagi cuma soal teknis belanja, tapi juga impact ekonomi daerah. Pengadaan di desa hingga kabupaten kini diarahkan agar berpihak pada produk unggulan lokal, termasuk industri kecil-menengah.
“Ini peluang besar untuk UMKM kita. Lewat e-Katalog Versi 6, produk mereka bisa langsung dilihat dan dipilih oleh pengambil kebijakan,” kata Intan.
Baca Juga: Banten Siap Belanja Triliunan! Tapi Pliss, Jangan Ada Drama ‘Ini Proyek Boga Aing’
Pemkab Tangerang Gaspol Digitalisasi Pengadaan
Transformasi digital pengadaan ini juga jadi bagian dari misi Pemkab Tangerang untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan berdampak langsung ke masyarakat.
“Kita jadikan ini momentum penting, bukan cuma upgrade platform, tapi juga mindset. Belanja pemerintah harus jadi alat pemulihan dan penguatan ekonomi lokal,” tutup Intan.
Editor: Imron Rosadi




































